Jeumpa Media | Banda Aceh – Cuaca panas yang melanda wilayah Aceh dengan suhu mencapai 37,4 derajat Celsius bisa memicu katarak hingga serangan jantung, demikian menurut ahli Biomedical Sciences, Endocrine And Metabolic Disorder dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, dr Zulkarnain, Jumat (26/7/2024).
Menurutnya , hal tersebut bisa terjadi karena cuaca panas menyebabkan melebarnya pembuluh darah dan berkurangnya cairan dalam tubuh. Sebagai akibatnya, jantung harus memompa oksigen dengan kuat agar dapat mencapai ke seluruh bagian tubuh.
“Tidak jarang, kalau cuaca ekstrem di Banda Aceh tidak diatasi dengan minum yang cukup, bisa menyebabkan serangan jantung, karena jantung harus memompa oksigen terus-menerus,” ujar dr Zulkarnain dikutip Antara.
Akibat lainnya, sirkulasi darah juga bisa melambat dan membuat tekanan darah menjadi rendah (hipotensi) karena oksigen yang dibawa jantung ke otak sangat sedikit akibat kurangnya cairan dalam tubuh.
“Di dalam darah fungsinya membawa oksigen, saat oksigen yang dibawa mencapai otak juga berkurang, makanya kadang-kadang orang yang berada di luar saat sedang cuaca panas akan mengalami migrain (sakit kepala),” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, jika terus-menerus berada di dalam suhu yang sangat ekstrem tanpa perlindungan, bukan hanya gejala migran dan sakit kepala saja, tetapi juga bisa menyebabkan pembuluh darah pecah (heatstroke).
Heatstroke atau sengatan panas merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang mengalami peningkatan secara drastis hingga 41 derajat Celsius dalam waktu cepat.
Selain itu, cuaca panas dari sinar matahari juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Apabila terus-menerus bisa berakibat pada penuaan kulit dan lebih bahaya juga membangkitkan sel kanker.
Karenanya ia menganjurkan untuk memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh, tidak ketat dan berwarna hitam karena cepat menyerap keringat dan bisa membuat cepat terbakar disertai memakai sunscreen minimal SPF 30 dan atau lebih bagus SPF 40-45 jika cuaca panasnya 35 derajat ke atas.
Tidak hanya itu, cuaca panas juga dapat menyebabkan kerusakan pada mata, karena lensa mata yang berupa cairan menjadi keruh apabila terus menerus terpapar sinar matahari tanpa proteksi.
“Problem cuaca panas ini bisa mempercepat mata katarak. Makanya, dianjurkan memakai kacamata hitam (reben),” katanya.
Maka dari itu, dr Zulkarnain menganjurkan agar masyarakat di wilayah Aceh yang sedang dilanda cuaca panas menghindari berada di luar rumah, tetapi apabila harus keluar rumah maka haruslah menggunakan proteksi.
“Perbanyak minum air putih minimal dua liter agar tidak kekurangan cairan. Dianjurkan juga memakan buah-buahan segar yang mengandung banyak cairan,” tutupnya. (And)
