Jeumpa Media | Aceh Barat Daya – Beberapa sumur warga di Gampong Kuta Bakrien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami kekeringan akibat kemarau yang melanda wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir, Sabtu (27/07/2024) lalu.
Salah seorang tokoh masyarakat Kuta Bakdrien, Adi, Sabtu, mengatakan banyak laporan yang ia terima mengenai sumur dan sungai yang mulai mengering. Cuaca kemarau yang lebih panjang dari biasanya menjadi penyebab kondisi ini.
“Sungai kecil di gampong kami juga mengalami penurunan debit air yang signifikan. Jika hujan tidak turun dalam sepekan ke depan, kemungkinan sungai akan mengering sepenuhnya,” katanya di Aceh Barat Daya, Sabtu.
Karena itu, warga setempat terpaksa membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan minum, sementara untuk mandi, mencuci, dan memasak, mereka harus mengandalkan air dari sungai.
Begitu pula dengan Gampong Ie Lhob, meskipun berada lebih rendah dari Gampong Kuta Bakrien, juga menghadapi kekeringan akibat kemarau panjang.
Kepala Desa atau Keuchik Ie Lhob, M Ali, mengatakan bahwa selama belasan tahun warganya memanfaatkan sumber daya air melalui bak distribusi dan jaringan pipa yang terpasang di kawasan sungai di pegunungan.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, air bersih yang mengalir dari pipa distribusi sudah sangat terbatas, bahkan banyak rumah-rumah yang tidak mendapatkan pasokan air bersih.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Abdya, akan terjadi pada Juli dan Agustus 2024.
Fenomena El Nino memperparah situasi dengan curah hujan yang sangat rendah dan suhu panas matahari yang meningkat.
Warga di beberapa gampong di Kabupaten Abdya mulai merasakan dampak kekeringan ini, dan pasokan air bersih menjadi terbatas.
Pemerintah Kabupaten Abdya diharapkan segera mengambil langkah mitigasi untuk mengatasi krisis air dan membantu masyarakat yang terdampak, serta berharap situasi segera membaik dan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi.
Komandan Kodim 0110 Abdya, Letkol Inf Beni Maradona, bersama Kapolres AKBP Agus Sulistianto telah mengambil langkah antisipatif untuk mengatasi kekurangan air bersih selama musim kemarau yang berkepanjangan.
“Saya bersama Kapolres dan Badan Pelaksana Bencana Kabupaten (BPBK), sudah membahas masalah ini di Mahkodim. Kami akan menggunakan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih bagi warga yang kekurangan air. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Tagana,” katanya.
Langkah ini diambil oleh Dandim dan Kapolres untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat Abdya selama musim kemarau. Dandim Maradona mengimbau warga agar tetap waspada dan melaporkan setiap kekurangan air yang mereka alami. (*)
