Denda Rp 25 Juta Jamaah Haji Bawa Air Zamzam di Koper Bagasi

Jeumpa Media | Jakarta – Selesai laksanakan serangkaian ibadah umrah atau haji, tradisi jemaah biasanya akan mencari oleh-oleh  untuk keluarga di Tanah Air, air zamzam adalah salah satunya.

Namun saat ini air zamzam sudah dibatasi oleh pemerintah untuk dibawa pulang. Jemaah haji hanya boleh membawa air zamzam sebanyak 5 liter.

Hanya saja saat ini, air zamzam tidak bisa sembarangan dibawa pulang. Setiap jemaah hanya boleh membawa air zamzam 5 liter. Saat tiba di debarkasi, air zamzam itu baru dibagikan.

Bukan hanya itu berat koper kabin juga dibatasi maksimal hanya 7 kilogram (kg). namun koper untuk bagasi dapat berisi beban maksimal 32 kg. Jemaah juga diminta tidak membawa barang berlebihan.

“Ketentuan barang bawaan sudah ada, bagasi boleh 32 kg, tas 1 dan tas tenteng. Setiap tahun ini kelebihan barang bawaan sampai hari ini terus terjadi. Makanya jemaah agar dipikirkan barang bawaan sesuai ketentuan,” kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Subhan Chalid di acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (24/3/2024) malam.

Mengenai air zamzam, Subhan mengatakan agar jemaah tidak menyimpan zamzam dalam koper karena dapat dikenakan denda 6.000 riyal atau sekitar Rp 25.253.000.

Denda 6.000 riyal kalau ada jemaah bawa air zamzam ke pesawat. Jemaah jangan coba-coba masukkan air zamzam ke dalam koper, ” ucap Subhan.

“Pakai kargo atau beli barang di tanah air saja agar tidak meribetkan,” ucapnya.

Negosiasi Kuota Air Zamzam

Di kesempatan yang sama, Hilman Latief  selaku Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) meminta agar jemaah menaati aturan.

Kita ingin proses haji ini kerjasama gitu. Kerjasama antarnegara. Namanya juga usaha orang yang menyelipkan zamzam. Tapi poinnya adalah kita akan coba taati aturan itu dan sosialisasikan kepada jemaah,” katanya.

Pemerintah Indonesia kini sedang bernegosiasi tentang penambahan kuota air zamzam yang bisa dibawa jemaah. Namun hasilnya belum dipastikan.

Dijatah 5 Liter

Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) Jeddah mengumumkan bahwa jemaah haji diperbolehkan membawa lima liter air zamzam saat kembali ke negaranya. Tetapi, air zamzam itu tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi.

Kasi Layanan Kedatangan dan Kepulangan Daker Bandara Edayanti Dasril memastikan jemaah haji Indonesia akan mendapat satu botol air zamzam dengan kapasitas lima liter. Namun, air tersebut tidak perlu dibawa langsung oleh jemaah. Sebab, lima liter zamzam akan dibagikan di asrama haji debarkasi.

“Jemaah haji Indonesia tidak perlu repot membeli air zamzam. Semuanya akan dapat lima liter dan itu dibagikan di Tanah Air, tepatnya saat tiba di asrama haji debarkasi,” kata Eda dikutip dari situs Kemenag, Senin (25/3).

“Mekanisme ini kita ambil untuk memudahkan jemaah haji Indonesia,” sambungnya.

Eda juga menyebutkan, dua hari sebelum keberangkatan jemaah ke Bandara Jeddah akan dilakukan penimbangan dan pemeriksaan bagasi. (Rn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *