Jeumpa Media | Jakarta – Hari ini Kementrian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan kondisi APBN terkini kuartal I-2024, Jum’at (26/4/2024).
Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi ekonomi dunia sekarang ini diselimuti ketidakpastian terutama akibat geopolitik yang semakin memanas.
Ketidakpastian yang terjadi sekarang ini membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. Seperti diketahui saat ini nilai tukar rupiah terus menurun dan dolar AS hingga menembus Rp 16.200.
Sri Mulyani pun memasang alarm waspada tinggi. “Berbagai faktor geopolitik harus diwaspadai, karena akan berdampak pada ekonomi kita,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN edisi April 2024, Jum’at (26/4/2024).
Di awal pembukaan dia langsung menyatakan pendapatan negara pada kuartal I-2024 turun 4,1% menjadi Rp 620,01 triliun.
” Terlihat cukup positif meskipun kita tetap waspada, karena 2024 ini masuk ke triwulan II banyak perubahan dalam geopolitik, dan geoekonomi yang akan berimbas pada seluruh dunia, dan Indonesia termasuk dan APBN,” ucap Sri Mulyani.
Dilansir dari CNBC, Sri Mulyani juga menegaskan lagi kewaspadaannya terhadap kemungkinan memanasnya geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah.
“Kita masih perlu harus waspada terhadap kemungkinan further disruption dari rantai pasok terutama minyak dan gas, terutama di region itu masih fluid, dan kecenderungan harga minyak tinggi memengaruhi ekonomi dan APBN kita menyebabkan tekanan inflasi,” pungkas Sri Mulyani.
