Jeumpa Media | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Paripurna dengan agenda utama pengucapan sumpah jabatan pimpinan definitif DPRA untuk masa jabatan 2024-2029, di Gedung Utama DPRA yang dilaksanakan pada Jumat, pukul 16.00 WIB, (25/10/2024).
Pembacaan salinan putusan dari Mentri Dalam Negeri dibacaka oleh Khudry S. Ag. MA,. ia mengingatkan bahwa pada Rapat Paripurna DPRA tanggal 4 Oktober 2024, DPRA telah mengusulkan tiga nama calon pimpinan definitif kepada Menteri Dalam Negeri melalui Pj. Gubernur Aceh untuk mendapatkan peresmian pengangkatan sebagai Ketua dan Wakil Ketua DPRA.
Berdasarkan usulan tersebut, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, melalui Keputusan No. 100.2.14-4344 Tahun 2024 tanggal 23 Oktober 2024, telah mengesahkan pengangkatan Saudara Zulfadli, A.Md dari Partai Aceh sebagai Ketua DPRA; Saudara Ir. H. Saifuddin Muhammad (Yah Pon) dari Partai NasDem sebagai Wakil Ketua DPRA; dan Saudara Salihin, S.H. dari Partai Kebangkitan Bangsa sebagai Wakil Ketua DPRA. Menindaklanjuti keputusan ini, dalam Rapat Paripurna DPRA, ketiga pimpinan definitif tersebut akan mengucapkan sumpah jabatan untuk periode 2024-2029.
Pj. Gubernur Safrizal juga menyampaikan sambutannya, ia mengatakan “Kita akan menghadapi berbagai tantangan ke depan, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga pembangunan infrastruktur yang lebih baik. Di sinilah peran vital DPRA dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan diperlukan untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan bagi masyarakat Aceh.”
Safrizal juga menyampaikan harapannya bahwa penetapan ini menjadi bentuk kepercayaan atas kemampuan kepemimpinan yang diemban. “Kami berharap Saudara-Saudara dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Hubungan harmonis antara Pemerintah Aceh dan DPRA sangat penting untuk mempercepat pembangunan Aceh,” ujarnya.
Di akhir sambutannya Safrizal menekankan pentingnya semangat kerja sama dan saling menghargai sesuai dengan kewenangan masing-masing untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Aceh yang berkelanjutan. Pj Gubernur juga menutup sambutan dengan sebuah pantun “Pat Ujen yang han pirang, pat prang yang han reda. Menyona pokir dimasa datang, bek tuwoe bagi rata”. (Mis)
