Jeumpa Media | Banda Aceh – Harga emas perhiasan di Banda Aceh kembali mencatat kenaikan signifikan. Harga emas menembus Rp6.080.000 per mayam (3,3 gram) pada Kamis (11/9/2025).
Nilai tersebut melonjak naik jika dibandingkan pekan lalu yang masih berada di level Rp5.960.000.
Kenaikan tajam ini disebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya generasi muda yang tengah mempersiapkan mahar pernikahan.
“Daya beli mahar menurun 90 persen pada tahun 2025. Karena harga emas naik, yang jual memang senang, tapi yang beli mahar galau, anak muda galau,” ujar pedagang emas di Banda Aceh, Daffa Faras Sabirah, Kamis.
Daffa menjelaskan, lonjakan harga emas dipengaruhi faktor global, terutama kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang memangkas suku bunga. Kebijakan tersebut mendorong investor asing memborong emas sebagai aset lindung nilai, sehingga harga emas melonjak di berbagai pasar dunia.
“Angka emas melesat gegara bank sentral Amerika memangkas suku bunga sehingga investor asing berlomba berburu emas, akibatnya harga emas naik,” katanya.
Menurut pedagang, kenaikan harga emas membuat pasar perhiasan di Banda Aceh melambat karena konsumen terbebani dengan tingginya biaya mahar. Meski begitu, Daffa menyarankan masyarakat tetap membeli emas sebagai investasi dengan cara mencicil.
“Kalau ada uang beli aja emas, prosesnya mudah. Nyicil sedikit demi sedikit,” ujarnya.
Harga emas diperkirakan masih berpotensi naik dalam waktu dekat, seiring dinamika pasar global dan kebijakan moneter internasional.(*)
