Jeumpa Media | India- Negara India secara resmi mengumumkan penyerangannya ke Pakistan setelah terjadinya serangan kelompok bersenjata di Pahalgam wilayah Kashmir bagian negara India yang menewaskan 26 turis pada 22 April lalu.
Ketegangan antara negara bersenjata nuklir ini pun membuat sejumlah sekolah Pakistan di wilayah perbatasan dekat India dan Kashmir terpaksa harus di tutup.
Maryam Nawaz Sharif, selaku Kepala Menteri Provinsi Punjab Pakistan, mengungkapkan bahwa seluruh sekolah dari berbagai jenjang di wilayah itu terpaksa harus ditutup sementara untuk keamanan publik, Rabu (7/5/2025).
Sharif juga mengatakan jika gelaran ujian di sejumlah universitas turut ditunda sementara.
Ketegangan tersebut semakin meningkat usai negara India menyatakan militernya telah menembakkan beberapa rudal di wilayah perbatasan Pakistan pada Rabu dini hari.
Sementara itu, militer Pakistan juga membenarkan serangan tersebut dan menyebutkan setidaknya terdapat dua orang tewas dan 12 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan dari rudal India.
Menurut Islamabad, telah melaporkan bahwa rudal menghantam sebuah masjid di kota Bahawalpur, Punjab, bahkan telah menewaskan seorang anak dan melukai dua warga sipil.
Sedangkan dari AFP terbaru melaporkan setidaknya delapan warga sipil telah tewas imbas dari serangan India ke Pakistan.
Juru bicara militer Pakistan menuturkan pada stasiun TV Geo bahwa sedikitnya terdapat lima lokasi, termasuk dua masjid, telah terkena serangan India. Ia juga mengatakan jika respons dari Pakistan sedang berlangsung, walaupun belum memberikan rincian lebih lanjut.
India menyerang lima titik di Pakistan yang menjadi target utara penyerangan udara seperti di ibu kota Kashmi bagian Pakistan, Muzaffarabad; Kotli dan Bagh yang berada di Kashmir bagian Pakistan; hingga Bahawalpur dan Muridke di Provinsi Punjab.
Reuters melaporkan usai terjadinya serangan tersebut, pasukan militer India vs Pakistan kini saling membalas tembakan artileri dan senapan berat di sepanjang perbatasan yang bersengketa di wilayah Kashmir.
Sementara itu, negara India juga melakukan penutupan bandara di bagian utara dan wilayah Kashmir setelah New Delhi melancarkan serangan rudalnya ke lima titik di Pakistan yang memicu terjadinya baku tembak di perbatasan tersebut pada Rabu (7/5/2025).
NDTV yaitu stasiun penyiaran India juga melaporkan bahwa bandara di Srinagar, kota terbesar wilayah Kashmir bagian India, sudah ditutup untuk penerbangan sipil.
Indigo, Maskapai India, juga menginformasikan pada penumpang bahwa penerbangan sejumlah bandara terdampak akibat perubahan kondisi wilayah udara di kawasan tersebut.
IndiGo memaparkan sejumlah bandara yang terdampak meliputi Bandara Srinagar dan Leh di Kashmir yang dikuasai India, serta Bandara Amritsar, Chandigarh, Bikaner, dan Dharamshala di wilayah utara India.
Kemudian dilansir dari Al Jazeera, maskapai India lainnya, seperti SpiceJet, juga menyampaikan melalui unggahannya di platform X bahwa beberapa bandara di wilayah utara India ditutup karena situasi yang sedang berlangsung.
