Jeumpa Media | Banda Aceh – Sekitar pukul 10.00 WIB, tampak sejumlah warga etnis India Tamil perlahan mendekati Kuil Palani Andawer yang berlokasi di Jalan Teungku Dianjung, Keudah, Banda Aceh, pada Minggu (20/4/2025).
Saat para jemaat sudah berkumpul, dari dalam kuil terdengar suara sejumlah alat musik dan nyanyian, pertanda ritual ibadah sudah dimulai.
Kegiatan yang diadakan yaitu Pangguni Uthiram, salah satu rangkaian dari perayaan Thaipusam, peringatan hari lahirnya Dewa Muruga.
Setelah melaksanakan ibadah, jemaat yang melepas nazar atau ingin menebus dosa mulai menusuk diriya dengan besi. Letak dan jumlah besi yang yang ditusuk tergantung pada nazarnya. Seperti pada peringatan hari ini, hanya satu orang jemaat yang menusuk dirinya dengan sebatang besi di pipi kanan yang menembus pipi kirinya. Ia melakukan hal tersebut dalam rangka melepas nazarnya untuk diberkati dengan kesehatan dan disembuhkan dari rasa sakit.

Ia diarak keluar dari kuil bersama patung Arca Dewa Muruga yang didampingi oleh para pemuka agama dan jemaat kuil lainnya dan diiringi oleh nyanyian doa. Mereka mengitari daerah sekitar kuil dengan bertelanjang kaki sembari melakukan ritual pemberkatan di beberapa titik sepanjang jalan.
“Arca Dewa Muruga dibawa untuk memperlihatkan keadaan diluar sembari memberkati sekeliling supaya berkat,” Ujar Rada Krisna, selaku Panadita dari Kuil Palani Andawer.
Menurut Rada Krisna, kelahiran Dewa Muruga perlu diperingati lantaran Dewa Muruga merupakan Dewa yang menang melawan roh jahat (Asyura) demi menyelamatkan manusia dalam kepercayaan umat Hindu.
Tak hanya diikuti oleh Hindu Tamil yang berada di Banda Aceh, kegiatan ini juga diikuti oleh umat Hindu yang datang dari Malaysia dan luar kota Banda Aceh seperti Lhokseumawe.
“Untuk yang datang, setiap tahun ada dari Malaysia dan juga saudara-saudara kami yang berada diluar Banda Aceh,” tambahnya.
Rada juga menambahkan bahwa ia merasa senang dengan antusiasme dan rasa toleransi yang senantiasa ditunjukkan oleh masyarakat Banda Aceh setiap pelaksanaan Thaipusam sejak tahun 2013.
“Seperti yang terlihat, seluruh warga sekitar sangat toleransi dan ramai membersamai arak-arakan kami,” Pungkas Rada.(Hul)
