Jeumpa Media- Sebentar lagi seluruh umat muslim di dunia akan merayakan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Usai melakukan shalat Ied, biasanya masyarakat akan mengunjungi rumah sanak saudara dan tetangga untuk silaturahmi. Bertamu ke rumah-rumah ini sebenarnya adalah sebuah tradisi lebaran di Indonesia yang hingga sampai saat ini masih dilestarikan.
Saat bertamu, biasanya masyarakat akan memanfaatkan moment Idul fitri untuk bermaaf-maafan di hari yang suci.
Lalu bagaimana adab bertamu yang baik ketika berkunjung lebaran ke rumah sanak saudara atau tetangga? Mari simak penjelasannya yang telah di rangkum oleh Jeumpa Media.
Sebagai muslim yang baik, sudah seharusnya kita memiliki adab yang baik pula, termasuk adab dalam bertamu ke rumah orang. Bahkan hal tersebut juga telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Adab bertamu ini perlu dipahami demi kenyamanan bersama dan memperoleh keberkahan, serta Ridha Allah atas dasar niat silaturahim yang sebenarnya.
Perlunya menerapkan adab bertamu ini juga merupakan sebuah bentuk kesopanan terhadap sesama. Dengan sikap sopan dan santun seseorang akan lebih dihargai karena dinilai mempunyai tata krama.
Jangan sampai ketika sedang bertamu justru tuan Rumah malah merasa tidak nyaman dan bahkan terganggu karena kehadiran kita sebagai tamu yang kurang beradab.
Adab Bertamu Yang Baik Saat Lebaran
Adab sopan santun, mempunyai tata krama sudah seharusnya ditanamkan sejak kecil. Seseorang harus belajar menerapkannya mulai sejak dini agar terbiasa ketika telah dewasa.
Berikut beberapa hal yang harus diterapkan ketika bertamu:
1. Niatkan Silaturahmi
Niat ini adalah dasar dari segala sesuatu yang ingin kita dilakukan. Niat yang baik ketika bertamu saat lebaran yaitu sebagai silaturahmi atau menyambung tali persaudaraan. Apalagi menjaga silaturahmi ini sangat dianjurkan dalam Islam.
Sehingga bagi siapa saja yang bertamu dengan niat yang baik untuk silaturahmi pasti Allah SWT juga akan memberikan mendapatkan balasan kebaikan pula.
Bahkan terdapat suatu riwayat yang mengatakan jika salah satu manfaat silaturahmi yaitu dapat memperpanjang usia, wallahu a’lam.
2. Perhatikan Waktu Berkunjung
Selain memiliki niat yang benar, adab lain yang mesti diperhatikan yaitu soal waktu berkunjung. Walaupun silaturahmi itu adalah hal baik, akn tetapi jika dilakukan malah mengganggu kenyamanan tuan rumah tentu hal tersebut sangat dilarang dalam Islam.
Maka pilihlah waktu yang paling tepat untuk berkunjung kerumah orang. Misalnya saat pagi hari usai waktu sarapan atau usai melaksanakan sholat ied. Atau dapat juga dilakukan di waktu-waktu senggang seperti sore hari setelah ashar dan malam hari usai shalat maghrib.
3. Ucapkan Salam
Sebagai seorang muslim yang baik, sangat dianjurkan agar selalu mengucapkan salam ketika bertamu. Hal tersebut juga merupakan salah satu adab bertamu ketika lebaran yang paling mendasar.
Ucapan salam juga merupakan do’a atas kesejahteraan dan keselamatan untuk orang yang menerima salam. Sehingga tak ada salahnya untuk selalu mengucapkan salam ketika bertamu.
4. Menjaga Sopan Santun
Ketika bertamu di hari lebaran pastikan agar selalu menjaga perkataan dan sopan santun di hadapan tuan rumah.
Sikap sopan santun ini menunjukkan bagaimana karakter seseorang. Serta yang paling penting adalah menjaga perasaan tuan rumah.
5. Hindari Sikap Pamer
Sering kali orang-orang terkadang secara tidak langsung malah bersikap pamer pada tuan rumah ketika bertamu. Salah satu bentuk pamer yang sering terjadi seperti memamerkan harta kekayaan yang dimilikinya.
Hal ini bukan cuma berlaku ketika bertamu, akan tetapi saat memenuhi undangan atau acara lainnya. Sikap pamer sendiri memang sangat tidak dianjurkan dalam Islam.
Sikap pamer ini dapat menimbulkan iri dengki dihati dan kerugiannya bisa dirasakan oleh diri sendiri maupun orang lain.
6. Menunggu Dipersilahkan Masuk
Nah, sering kali saat bertamu Lebaran kita melupakan hal ini yaitu masuk ke rumah tuan rumah sebelum dipersilahkan masuk.
Sikap ini sebenarnya sangat tidak sopan, bahkan cenderung terlihat kurang ajar karena memasuki rumah orang tanpa Izin.
Walaupun pada saat kita datang pintu telah terbuka, akan tetapi pastikan dulu tuan rumah memberikan Izin untuk masuk ke dalam ruang tamu.
7. Jangan Mengintip Ruangan-Ruangan yang Ada di Rumah
Mengintip ruangan yang ada di dalam rumah tuan rumah merupakan sikap yang sangat tidak sopan. Hal ini karena tidak ada yang tahu bagaimana kondisi di dalam ruangan tersebut. Bisa saja kondisi ruangan itu membuat tuan rumah merasa malu dan tidak nyaman.
Selain itu sikap ini sangat dilarang keras karena dapat melanggar privasi tuan rumah. Untuk itu pastikan tidak melihat atau sekedar menengok bagian dalam ruangan tersebut.
Alangkah baiknya tunggu tuan rumah mempersilahkan kita masuk dan duduk dengan tenang di ruang tamu.
8. Tidak Buru-Buru
Durasi waktu bertamu ini juga perlu diperhatikan dalam adab bertamu.
Rasulullah SAW sendiri menganjurkan agar tidak terburu-buru pergi dan tidak pula terlalu lama beranjak saat bertamu.
Terlalu lama ataupun terlalu terburu-buru ketika bertamu akan membuat tuan rumah jadi turut merasa tidak nyaman.
9. Tidak Pilih-Pilih
Tidak pilih-pilih yang dimaksud di sini adalah memilih mana rumah yang akan didatangi dan mana yang tidak.
Hal ini berkaitan dengan sebuah kasta atau level orang tersebut, misalnya dari harta kekayaan atau kondisi rumah tuan rumah.
Sedangkan di Indonesia sendiri budayanya lebih mengutamakan yang muda datang ke rumah yang lebih tua, selain itu kita juga tidak boleh membedakan seseorang dari kedudukan yang ia miliki karena semua kita manusia adalah sama di mata Allah SWT.
10. Selalu Meminta Izin dan Permisi ke Tuan Rumah
Kemudian, pastikan agar selalu meminta izin atau permisi pada tuang rumah terlebih dulu sebelum melakukan sesuatu.
Misalnya saat ingin ke toilet, maka harus izin atau permisi lebih dulu untuk kita menggunakan toilet tuan rumah. Begitupun saat akan beranjak pulang sebaiknya ucapkan permisi.
11. Membawa Bingkisan
Membawa bingkisan ini memang tidak wajib mengingat kemampuan tamu yang berbeda-beda.
Akan tetapi hal ini dianjurkan sebagai adab silaturahmi yang baik karena kebanyakan tali silaturahmi akan semakin kuat jika ada unsur saling memberi.
Sekian informasi yang dapat kami sajikan, semoga dapat bermanfaat dan selamat Lebaran.(Lt)
