Ini Dia 5 Keutamaan Puasa Syawal

Jeumpa Media | Sahabat Jeumpa. Seperti kita ketahui bersama, Berpuasa di bulan Syawal merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan.

Seperti namanya, puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Syawal, yang merupakan bulan setelah Ramadhan. Puasa ini dianjurkan dikerjakan sebanyak enam hari secara berturut-turut.

Kapan Puasa Syawal Dilaksanakan?

Dikutip dari detik, idealnya puasa Syawal dilakukan tepat setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu pada tanggal 2-7 Syawal. Apabila dikonversi ke dalam kalender Masehi, tanggal 2-7 Syawal 1445 H jatuh pada hari Kamis, 11 April hingga Selasa, 16 April 2024.

Berikut jadwal lengkap, 2-7 Syawal 1445 H:

2 Syawal 1445 H: Kamis, 11 April 2024
3 Syawal 1445 H: Jumat, 12 April 2024
4 Syawal 1445 H: Sabtu, 13 April 2024
5 Syawal 1445 H: Minggu, 14 April 2024
6 Syawal 1445 H: Senin, 15 April 2024
7 Syawal 1445 H: Selasa, 16 April 2024

Meskipun begitu, puasa ini masih bisa kita dilakukan di hari-hari lain selama bulan Syawal. Puasa Syawal juga dapat dilakukan meskipun tidak secara berturut-turut selama enam hari dan tetap akan mendapatkan keutamaan puasa Syawal seakan berpuasa setahun penuh.

Hal itu diterangkan dalam sebuah hadits sebagaimana dikutip dari buku 10 Catatan tentang Puasa Syawal, Abu Ayyub radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

Artinya: “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal, maka itulah puasa satu tahun.” (HR. Ahmad dan Muslim no 1164).

Niat Puasa Syawal

Seperti pelaksanaan puasa sunnah lainnya, bagi seseorang yang ingin melaksanakan puasa Syawal juga perlu untuk berniat pada malam harinya. Berikut niat puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.

Adapun bagi seseorang yang tidak sempat berniat pada malam harinya untuk berpuasa, diperbolehkan baginya berniat pada siang hari. Dengan catatan, ia belum makan, minum dan melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Berikut niat puasa Syawal siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.

Keutamaan Puasa Syawal

Terdapat sejumlah keutamaan bagi yang mengerjakan puasa Syawal, berikut keutamaan puasa Syawal:

1. Penyempurna dari Ibadah Puasa di bulan Ramadhan

Salah satu keutamaan dari ibadah sunnah ini adalah sebagai penyempurna puasa Ramadhan. Sebagaimana shalat sunnah rawatib (qabliyah dan ba’diyah) yang bisa menjadi penyempurna bagi shalat fardhu.

Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Barang siapa tidak mendapatkan atau tidak sanggup bersedekah, yaitu mengeluarkan zakat fitrah di akhir Ramadhan itu, maka pada bulan Syawal, berpuasalah” (Ibn Rajab).

2. Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan

Keutamaan selanjutnya adalah puasa Syawal sebagai tanda diterimanya ibadah puasa Ramadhan. Allah berfirman dalam Al-Quran surah Maryam ayat 76 yang artinya:

“Allah akan menambahkan lagi kepada orang-orang yang telah mendapatkan petunjuk dengan petunjuk yang lain lagi.” Hal ini diperkuat oleh perkataan Ulama Salaf: “Sesungguhnya di antara pahala amal kebajikan itu adalah melakukan kebajikan lagi setelah itu.” (Ibn Taimiyah).

3. Sebagai Tanda Syukur

Puasa Syawal adalah wujud rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT atas anugerah yang diterimanya selama bulan Ramadhan, baik dalam bentuk ibadah yang dilakukan maupun ampunan yang dijanjikan kepada orang-orang yang berpuasa selama bulan tersebut.

Nabi SAW bersabda: “Wahai Aisyah, apakah aku tidak boleh menunjukkan sebagai hamba yang bersyukur kepada Allah atas anugerah yang begitu banyak dilimpahkan kepada saya.” (HR. Muslim).

4. Tanda Istiqomah

Seseorang yang menjalankan puasa Syawal menunjukkan keinginan untuk konsisten dalam beribadah puasa, yang ternyata disukai oleh Allah SWT. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit”. (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Mendapatkan Pahala Satu Tahun

Mengerjakan puasa Syawal akan mendapat pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjalankan puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa sunnah enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti puasa selama setahun.” (HR. Muslim).

Demikian penjelasan terkait waktu pelaksanaan puasa Syawal serta keutamaannya ya sahabat Jeumpa. Semoga membantu dan kita selalau dalam lindungan Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *