Klarifikasi Imam Jemaah Aolia soal ‘Telepon Gusti Allah’ Lebaran 5 April

Jeumpa Media | Yogyakarta – KH Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau Mbah Benu selaku Imam Jemaah Masjid Aolia mengklarifikasi soal pernyataannya ‘menelepon Gusti Allah SWT’ dalam penentuan Idul Fitri yang videonya viral dan menjadi perbincangan netizen, Minggu (6/04/2024).

Jamaah Masjid Aolia di Gunungkidul sudah melaksanakan salat Idul Fitri 1445 Hijriah pada Jumat (5/4/2024) atau lima hari lebih cepat daripada mayoritas umat Islam.

“Terkait pernyataan saya tentang istilah ‘menelepon Gusti Allah SWT’ itu sebenarnya hanya istilah. Dan yang sebenarnya adalah perjalanan spiritual saya kontak batin dengan Allah SWT,” kata Mbah Benu dalam video klarifikasinya.

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Benu juga menyampaikan permohonan maaf apabila pernyataannya menyinggung.

“Apabila pernyataan saya yang menyinggung atau (membuat) tidak berkenan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak,” jelasnya.

Dilansir dari Kumparan, Mbah Benu juga berpesan kepada para jemaah agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Hal itu pula yang Mbah Benu sampaikan saat khotbah salat Id.

“Saling rukun, jaga kesatuan dan persatuan dengan siapa saja,” ujarnya.

Selanjutnya, Mbah Benu juga mengajak setiap orang untuk saling menghormati dan tak saling membenci. Menurutnya sikap saling bermusuhan juga merusak bangsa Indonesia.

“Baiknya manusia itu saling menghormati, jangan saling membenci,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi Mbah Benu dan jemaahnya menggelar salat Id lebih awal dari yang lain karena keyakinan dan perjalanan spiritualnya.

Bahkan bukan kali ini saja, jemaah Masjid Aolia memang sering berbeda dengan pemerintah maupun organisasi Islam lainnya dalam penentuan hari besar.

Misalnya saja, di tahun lalu jemaah masjid salat Idul Fitri pada 20 April 2023. Sementara pemerintah menetapkan pada 21-22 April 2023.(Rn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *