Jeumpa Media | Banda Aceh – PB PON mengklarifikasi terkait beredarnya isu distribusi konsumsi ke atlet yang telat dan makanan yg tidak layak pada konferensi pers di media center Hotel Hermes, Kamis (12/9/2024).
Daiz Furqan, Ketua Bidang Konsumsi PB PON wilayah Aceh menyampaikan bahwa keterlambatan itu terjadi pada tanggal 7 & 8 saat puncaknya para atlet datang ke Aceh.
“Dari awal kami sudah menyampaikan pada atlet dan kontingen, bahwa kita mengharapkan kontingen untuk melakukan order terkait dengan kebutuhan konsumsi masing-masing kontingen,
Namun, saat itu mereka tidak terlalu fokus karena para kontingen belum berada di Banda Aceh sehingga LO belum bekerja mendampingi para kontingen tersebut. Hingga Pada tanggal 7 dan 8, ada beberapa atlet yang belum hak kita untuk melayani, karena sesuai dengan ketentuan kita melayani mereka di H-3 dan H+2, namun kami tetap melayani mereka”, terang Daiz
Daiz juga menyampaikan bahwa saat ini masyarakat menilai pihaknya tidak melayani para atlet dan alasan lain terkait pemilihan vendor pada kabupaten/kota. Adapun persyaratan untuk yang menjadi vendor di PON ini sedikit ketat, mereka harus memiliki peserta khusus dan pengalaman pelayanan event besar.
Adapun salah satu awak media menyebut bahwa ada indikasi perbuatan jahat, diduga permainan antara Ketua Bidang Konsumsi PB PON Aceh dengan vendor. Sedangkan di kabupaten/kota ada sebanyak 3.000 UMKM katalog khusus untuk makanan, namun mengapa panitia mengambil dari Jakarta.
Terkait hal tersebut, Daiz juga menjelaskan bahwa pengolahan konsumsi tetap berada di Aceh bukan di Jakarta, dimana dapurnya juga berada di Aceh.
Smentara mengenai makanan yang tidak enak, ia menghimbau kepada LO yang berada di lokasi, jika menemukan makanan yang tidak layak, dapat disimpan untuk dilakukan uji.
Jufridani selaku Auditor Ahli Madya BPKP Aceh juga mengatakan bahwa saat ini Tim Pengawas BPKP Aceh, Inspektorat Aceh dan tim dari BPKP pusat sedang melakukan pengawasan. Khususnya pada bidang konsumsi atlet dan SDM pendukung untuk kegiatan PON.
“Saat ini kita sedang mengumpulkan informasi dan kondisi terkait konsumsi para atlet dan official, dan nantinya hasil akan kami review pertanggung jawaban sebelum pembayaran dilakukan, jadi ada tahapan yang akan kita lakukan dengan pihak penyedia makanan”, tutup Jufridani. (Mis)
