Jeumpa.com | Langsa – Kota Langsa berhasil menurunkan Angka Stunting dan menorehkan prestasi sebagai Kota Terendah Stunting di Provinsi Aceh.
Pj. Walikota Langsa, Syaridin, S. Pd, M. Pd menyampaikan Pemerintah Kota Langsa akan terus berupaya dalam menurukan angka persentase stunting sampai ke depannya.
“Berdasarkan penilaian terakhir sesuai data yang dipublikasikan oleh Bapak Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, pada saat evaluasi kinerja Triwulan ke II Pemerinah Aceh, tercatat bahwa Kota Langsa merupakan Kabupaten/Kota yang paling rendah kasus stuntingnya.”ujar Syaridin.
Pemerintah Kota Langsa telah melakukan berbagai upaya termasuk meneruskan kegiatan rutin dari Pemerintah Pusat.
“Pemerintah Kota Langsa telah meneruskan program pemberian makanan tambahan bergizi yang berturut-turut dilaksanakan di seluruh Indonesia selama 90 hari.” Tambah Syaridin.
Adapun hasil dari program tersebut, lanjut Syaridin, sudah dilakukan evaluasi dan per tanggal 12 Januari 2024 berdasarkan data pada bulan Oktober 2023 angka stunting yang masih tersisa 139 kasus, kemudian terus menurun pada bulan November menjadi 118 kasus dan pada bulan Desember 2023 menjadi 104 kasus.
Ini menunjukkan bahwa program pembinaan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Dinas DP3ADALDUK dan KB serta Puskesmas kepada para calon pengantin telah menunjukkan hasil yang baik.
“Program pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri dan pembinaan bagi ibu hamil dengan pemberian makanan bergizi dan juga Pemerintah Kota Langsa di samping porgram-program yang dilaksanakan serentak di Indonesia, Kota Langsa telah melaksanakan program orang tua asuh tahap balita yang masuk kasus stunting” Lanjut Syaridin.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, dr. M. Yusuf Akbar menyampaikan upaya intervensi sensitif yang telah dilakukan Pemerintah Kota Langsa dalam penanganan dan penurunan angka stunting tersebut antara lain melakukan pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin setiap bulan di Posyandu, pemberian ASI Eksklusif pada bayi s.d usia 6 bulan.
Selanjutnya, sambung Akbar, melakukan pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal pada balita bermasalah gizi dan ibu hamil, pemberian Imunisasi, mengatasi kasus balita bersama dokter spesialis Anak, melakukan pemeriksaan Ibu hamil minimal 6x selama masa kehamilan termasuk pemeriksaan USG 2x, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) ibu hamil dan pada Remaja Putri, screening Anemia pada Remaja Putri, edukasi Kesehatan Lingkungan Stop Buang Air Besar Sembarangan dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Gampong.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala DP3ADALDUK dan KB Kota Langsa, Amrawati, SKM,MKM bahwasanya berbagai upaya intervensi sensitif terus dilakukan dalam penanganan dan penurunan angka stunting.
“Kami rutin dan konsen melakukan pendampingan terhadap keluarga beresiko stunting ( catin, ibu hamil, ibu nifas, anak baduta dan balita ), gerakan Bapak/ Bunda Asuh Stunting melibatkan sektor pemerintah dan swasta, dunia usaha, pelayanan Terpadu Pranikah setiap hari selasa setiap minggunya” Tutur Amrawati.
Kemudian, lanjut Amrawati, Kami membuat sistem informasi pencegahan dan penanganan stunting (SIPENTING), penelitian tingkat pengetahuan keluarga terkait stunting dan tumbuh kembang anak, evaluasi dan pemantauan balita stunting setelah dapat intervensi, pemenuhan sarana KIE pada kelompok BKB di posyandu.(Nj)
