Laba BSI Tumbuh Hampir 18 Persen, Kinerja Keuangan dan Dampak Sosial Kian Menguat

Jeumpa Media | Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif hingga April 2026. Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan perusahaan, laba bersih (unaudited) BSI mencapai Rp2,80 triliun atau meningkat 17,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan laba tersebut turut berdampak pada bertambahnya kontribusi sosial perusahaan melalui penyaluran zakat. Hingga April 2026, potensi zakat perusahaan diproyeksikan mencapai sekitar Rp72 miliar, mencerminkan meningkatnya manfaat yang diberikan BSI kepada masyarakat seiring pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pada periode yang sama, total aset perseroan juga tumbuh 12,17 persen menjadi Rp452 triliun.

Kinerja positif ini didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran pembiayaan yang tetap terjaga kualitasnya. Hingga April 2026, DPK BSI tercatat sebesar Rp382 triliun atau naik 17,90 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh produk tabungan yang mencapai Rp165 triliun, meningkat 22,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Komposisi dana murah (CASA) BSI pun mencapai 63,48 persen.

Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan BSI juga terlihat dari produk Tabungan Haji. Dari sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini, sekitar 169 ribu jamaah atau 83,5 persen melakukan pelunasan biaya haji melalui BSI.

Di sektor pembiayaan, BSI membukukan pertumbuhan sebesar 15,59 persen menjadi Rp332 triliun. Penyaluran pembiayaan didominasi oleh segmen konsumer, ritel, UMKM, mikro, dan sektor produktif lainnya yang berkontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional. Meski mengalami pertumbuhan yang signifikan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,80 persen, membaik dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun lalu.

BSI juga terus mendukung berbagai program strategis pemerintah. Hingga Maret 2026, perseroan telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp198 miliar untuk mendukung 211 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, BSI turut berperan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta berbagai program pemberdayaan ekonomi yang menjangkau puluhan ribu koperasi dan pelaku usaha.

Pada sektor perumahan, BSI menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 894 nasabah selama kuartal pertama 2026. Total pembiayaan rumah bersubsidi yang telah disalurkan mencapai Rp5,7 triliun. Perseroan juga berpartisipasi dalam Program Pembiayaan Perumahan (KPP) bagi pelaku UMKM.

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, dalam keterangan resmi yang diterima pada 9 Juni 2026 menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi aset, pengelolaan kualitas pembiayaan, peningkatan pendapatan berbasis biaya (fee-based income), penguatan dana murah (CASA), serta pengembangan ekosistem ekonomi syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan baru.

Melalui strategi tersebut, BSI optimistis dapat semakin memperkokoh posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus memperluas kontribusinya dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan.* (ril)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *