Jeumpa.com | Bener Meriah – Kabar meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu kembali beredar di berbagai sosial media Masyarakat. Kali ini seorang petugas PPK di Bener Meriah meninggal dunia saat sedang bekerja, Selasa (13/02/2024).
Dilansir dari Kompas.com, petugas yang meninggal tersebut bernama Junaidi, salah seorang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Diduga korban meninggal dunia dalam perjalanan mengantarkan logistik Pemilu untuk persiapan esok hari 14 Februari 2024
Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslih) Bener Meriah, Yusrizal Faini, Selasa (13/02/2024) kepada awak media menyebutkan bahwa korban bernama Junaidi meninggal dunia diduga karena kelelahan.
“tim PPK, Panwaslih, dan aparat gabungan pengamanan Pemilu mendistribusikan seluruh logistik menggunakan boat menyeberangi sungai ke lokasi pedalaman itu” Kata Yusrizal.
“Untuk naik boat saja itu butuh waktu sekitar dua jam. Dari titik tiba boat ke lokasi itu sekitar 35 kilometer jalan darat. Itu sangat melelahkan, diduga karena itu meninggal dunia,” Sambungnya.
Rencananya, Sambung Yusrizal, rombongan petugas gabungan tersebut bergerak menuju Desa Pasir Putih, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah.
“Kabar meninggalnya Junaidi baru diketahui setelah korban tiba di pusat Kecamatan Syiah Kuala. Karena di pedalaman sana tidak ada signal handphone. Sesama penyelenggara Pemilu, kami sangat berduka. Jenazah sudah tiba di rumah duka di Desa Kampung Uning, Kecamatan Syiah Utama,” Sebut Yusrizal.
Sementara itu, Ketua KIP Bener Meriah Khairul Akhyar saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa meninggalnya salah seorang penyelenggara Pemilu dalam wilayah kerjanya tersebut.
“Benar, saya baru mendapat laporan, penyebabnya belum tau kita, diduga karena kelelahan, saat ini jenazah sudah tiba di kediaman” terang Khairul Akhyar.
Menjadi petugas penyelenggara Pemilu tidak bisa disepelekan kewajibannya. Apalagi menjelang H-1 pemilihan, para petugas terus bekerja siang malam. Jika kita refleksi sejenak pada Pemilu 5 tahun lalu tepatnya pada 2019, terdapat 894 petugas pemilu yang meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit, adapun jumlah tersebut merupakan akumulasi data dari dinas kesehatan masing-masing Provinsi yang diumumkan oleh Ketua KPU RI periode sebelumnya yaitu Arief Budiman.
Maka, penting bagi petugas penyelenggara pemilu baik tingkat pusat maupun desa/gampong untuk tetap memprioritaskan kesehatan diri dan keselamatan jiwa dibarengi dengan tanggung jawab kepada pesta demokrasi negara juga tidak kalah pentingnya. (Nj)
