Miris, Rumah Bantuan Janda Miskin di Jual Oknum Karena Tak Mampu Bayar Tebusan!

Jeumpa Media | Bireuen- Malang melintang nasib seorang janda kurang mampu bernama Sakdiah Ismail (64), yang tinggal di Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Peudada, Bireuen.

Sebelumnya, ia mendapatkan bantuan rumah layak huni oleh pemerintah, namun diduga dijual oleh oknum tertentu kepada orang lain lantaran dirinya tidak sanggup memberikan uang sejumlah Rp15 juta.

Diketahui bahwa rumah layak huni yang diberikan pada Sakdiah Ismail merupakan bantuan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Aceh malah dialihkan ke desa lain yang berada di Kabupaten Bireuen.

Akhirnya rumah tersebut kini malah dibangun untuk orang lain, akan tetapi anehnya masih menggunakan bahkan tertulis penerima manfaat atas nama Sakdiah Ismail dan NIK dirinya yaitu 1111034107XXXXXX.

“Nama dan NIK itu milik saya, tapi bantuan rumah itu dibangun untuk orang lain,” kata Sakdiah Ismail, Sabtu (21/12/2024).

Dilansir dari metropolis id, Sakdiah menceritakan bahwa beberapa bulan lalu ia sempat didatangi oleh orang tertentu ke rumahnya.

“Kata orang tersebut, saya akan mendapatkan bantuan rumah layak huni dari Pemerintah Aceh, tapi harus menyiapkan uang Rp15 juta,”tuturnya.

Ia diminta agar menyerahkan uang sebanyak Rp15 juta ketika rumah bantuan tersebut mulai dibangun.

“Saat itu saya spontan menjawab, kalau Rp15 juta saya tidak punya uang sebanyak itu. Buat makan sehari-hari saja susah,” ungkapnya.

Lantaran ia tidak mampu memberikan uang sejumlah Rp15 juta, bantuan rumah layak huni itu akhirnya dialihkan ke orang lain yang bahkan tidak kenali oleh Sakdiah.

Rumah bantuan itu mungkin sudah dijual ke orang lain, dengan menggunakan identitas saya sebagai penerima manfaat,” tambahnya.

Kini Sakdiah yang seorang janda miskin hanya bisa tinggal di gubuk reyot miliknya.

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat di lokasi pengalihan rumah bantuan tersebut mengaku memang terdapat pembangunan bantuan rumah layak huni atas nama Sakdiah Ismail di gampongnya berserta dengan NIK.

“Namun, sepertinya dibangun untuk orang lain,” pungkas narasumber yang tak ingin di tulis namanya.

“Pembangunan rumah bantuan ini menggunakan sumber dana APBA (Otsus Aceh) 2024 dengan rekanan pelaksana CV Cipta Kana Konstruksi dan Pengawas CV Selasih Consultant”, tutupnya.(RA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *