Jeumpa Media | Kota Langsa – Tak tahan melihat kondisi bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, membuat pengusaha asal Kelantan Malaysia, CEO Raja Perfume turun langsung bertemu korban banjir di Aceh Tamiang serta memberi bantuan yang dibutuhkan baik berupa sembako, obat-obatan dan uang tunai.
Kepada Jeumpa Media, CEO Raja mengungkapkan bahwa dari Malaysia pihaknya membawa beberapa tim dari Pramuka Malaysia dan berkolaborasi dengan Pramuka Kwarcab Kota Langsa,
“Saya ingin melihat langsung bagaimana penderitaan korban banjir terutama di Aceh Tamiang karena diberitakan terdampak paling parah.
Tim kami juga menginap di tenda sekitar Lokasi korban untuk bisa lebih dekat dan mendengar curhatan korban” ujar Raja.
Senada dengan Raja, istrinya yang sedang mengandung, Liza juga menuturkan bahwa mereka terpanggil hati untuk langsung ke Aceh,
“Rencana lepas melahirkan kami akan berkunjung kembali untuk melihat perkembangan. Melihat bencana sedahsyat ini tentu tidak pulih dalam waktu cepat. “ ujarnya yang walau dalam keadaan hamil, namun sanggup tidur di tenda dan beralaskan tikar saja karena mengaku ingin ikut merasakan bagaimana derita korban, (5/1/2026)
CEO Raja juga menyebut bahwa pihaknya terbang dari Malaysia ke bandara Kuala Namu, Medan karena tak menemukan penerbangan yang langsung ke Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar.
Selain itu, dalam kedatangan yang pertama kali ini, mereka menyiapkan bantuan senilai 100.000 MYR atau sekitar Rp. 400.000.000, – .
“Dari pantauan kami di lapangan, bantuan yang sangat diperlukan untuk korban banjir saat ini Adalah uang. Karena itu kita bagi uang karena jika ada uang maka mereka bisa membeli sesuai kebutuhan” tutup Raja.
Dengan turunnya CEO Raja Perfume dalam membantu Aceh memperpanjang daftar bantuan yang diterima Aceh dari negara tetangganya yaitu Malaysia. Sebagaimana kita ketahui, bahwa sejak awal musibah baik secara indvividu maupun Kerajaan, Malaysia memang langsung menunjukkan kepedulian. Oleh karena musibah Aceh kali ini tidak dianggap bencana nasional maka bantuan yang boleh diterima hanya bersifat individu dan tidak boleh mengatasnamakan Kerajaan atau pemerintah dari negara asing. * (and)
