Jeumpa Media | Jakarta – Seperti diketahui, Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 hanya butuh satu kemenangan lagi untuk bisa tampil di ajang Olimpiade Paris 2024 nanti.
Dilansir dari CNBC, Penampilan terakhir Timnas adalah pada Olimpiade Melbourne 1956. Berarti sudah 68 tahun lamanya Indonesia tidak bermain di pesta Olahraga terbesar sejagad tersebut. Kala itu permainan Timnas menuai banyak pujian terutama pada babak perempat final melawan tim kuat Uni Sovyet.
Decak kagum pun datang dari berbagai pihak, termasuk Presiden FIFA saat itu Sir Stanley Rous. “Baru sekali saya melihat permainan bertahan yang sempurna sekali,” ujar Sir Stanley Rous, pada Tabloid BOLA edisi (27/7/1984).
Saat melawan Uni Sovyet waktu itu, Tim Garuda diperkuat oleh Maulwi Saelan, Endang Witarsa, Thio Him Tjiang, Ramlan, dan Rusli Ramang. Sedangkan kubu lawan dihuni pemain kaliber dunia yang ternama semisal Lev Yashin, Igor Netto, Eduard Streltsov, dan Valentin Ivanov.
Bukan berstatus tim unggulan, Indonesia mampu menahan imbang Soviet dengan skor 0-0.
Pada waktu itu belum ada aturan penentuan pemenang lewat adu tendangan penalti, sehingga ditentukan lewat pertandingan ulang dua hari kemudian.
Pada pertandingan ulang tersebut, Tim Merah Putih kalah dengan skor akhir 0-4 untuk Sovyet.
Juara 1,2,3 otomatis lolos ke Olimpiade. Sementara peringkat empat akan bertanding lewat babak playoff untuk mendapatkan satu tiket.
Lawan Indonesia mendatang adalah antara Arab Saudi atau Uzbekistan. Jika mampu menang, Timnas mampu masuk ke final sekaligus mengamankan tiket ke Olimpiade. Sementara jika kalah di semifinal, Indonesia masih berpeluang lolos lewat penentuan juara 3.
