Pemuda Lhokseumawe Disekap Mafia Sabu Thailand, Korban Alami Penyiksaan

Jeumpa Media | Lhokseumawe – Pemuda Gampong Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Syawana (29) diketahui disekap oleh mafia sabu-sabu di Thailand. Korban diketahui menjadi jaminan utang pembelian narkoba oleh mafia sabu asal Aceh.

Karena mafia sabu asal Aceh menghilang dan tidak melunasi hutang pembelian sabu, maka Syawana dianiaya oleh mafia sabu Thailand.

Bahkan foto dan video penyiksaan terhadap Syawana dikirimkan ke keluarganya di Lhokseumawe. Dari video yang dikirimkan kekeluarganya terlihat Syawana diborgol ke belakang, mata ditutup dan dipukuli dengan kayu. Saat korban berteriak kesakitan, pelaku bukan berhenti. Malah memasukkan kain ke dalam mulut Syawana dan dipukul lagi.

Mafia sabu Thailand meminta uang tebusan hingga Rp 1 miliar jika ingin Syahwana dibebaskan. Orangtuanya sangat gelisah dan akhirnya mengirim permohonan kepada H Sudirman atau Haji Uma, Anggota DPD RI asal Aceh.

Karena diketahui selama ini, Haji Uma selain membantu pemulangan warga Aceh yang sakit di luar Aceh termasuk Malaysia, juga membantu pemulangan pemuda Aceh yang tertipu di luar negeri.

Dilansir dari SerambiNews, Berdasarkan informasi dari Staf Ahli Haji Uma, Muhammad Daud, surat permohonan bantuan dikirim oleh keluarga pada (6/5/2024).

Dalam suratnya, orangtua Syawana menceritakan awal mula keberangkatan anaknya ke Penang, Malaysia, pada (22/32024) melalui Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Karena iming-imingan diberikan pekerjaan. Cuma sehari di Penang, tepatnya (23/3/2024), Syawana dibawa jalan-jalan ke Thailand. Setelah beberapa hari di Thailand, Syawana sempat memberi informasi kepada keluarganya soal belum adanya pekerjaan.

Keluarga sempat menghubungi orang yang menjanjikan pekerjaan kepada anaknya di Malaysia supaya memulangkan Syawana ke Aceh. Orang tersebut meminta kelaurga Syawana untuk bersabar karena sedang dicarikan pekerjaan.

Akhirnya komunikasi dengan Syawana terputus dan nomor HP orangtuanya sudah diblokir oleh orang yang menjanjikan pekerjaan tersebut. Ternyata syahwana telah disekap dan mengalami menyiksaan sebagai jaminan pembelian sabu oleh mafia asal Aceh.

Namun atas berbagai upaya komunikasi keluarga dan Haji Uma melalui KBRI di Thailand.  Pemuda Aceh tersebut akhirnya berhasil diamankan oleh atase KBRI bersama Polisi Thailand pada (14/5/2024) lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *