Jeumpa.com | Aceh Utara – Paya Rabo Lhok Kecamatan Sawang kembali melakukan penanaman padi di musim tanam tahun 2024. Di Pagi Sabtu, 20 Januari 2024 sudah terlihat petani melakukan penanaman padi. Masyarakat menyambut gembira musim tanam padi. Meskipun nilai biaya produksi pertanian semakin tinggi.
Harga pupuk yang melambung tinggi yaitu berkisar harga Rp. 75-Rp. 150 ribu untuk 1 jenis pupuk Urea Subsidi. Petani bukan hanya memakai pupuk itu saja tetapi terpaksa mencampur dengan pupuk jenis lain. Harganya pun tidak murah yaitu 100-200 ribu.
Masalah pupuk bukan hanya terkait harganya yang mahal, juga terkait stok yang kerap mengalami kelangkaan. Apalagi awal tahun seperti ini. Sehingga bisa menunda masa pemupukan padi yang berimbas bisa menunda panen padi pula.
Lain lagi persoalan pembiayaan ongkos jasa bajak sawah yang tinggi karena harga minyak tidak stabil. Ongkos bajaknya sekitar Rp. 45-Rp. 70 Ribu per 400 meter.
Ditambah biaya pestisida untuk obat hama padi pun ikut mengalami kenaikan.
Bukan itu saja masalah petani, petani juga harus membeli air untuk pengairan sawah.
Pembayaran biaya pertanian tersebut memang dilakukan setelah panen. Namun cukup memberatkan petani.
Walaupun tingginya harga produksi pertanian, tidak menyurutkan petani untuk bertani kembali. Masyarakat berpikir seperti ini ”Ta mublang geulanto tablo breuh murah” (Bersawah untuk mengganti beli beras murah).
Jadi selama ini Petani tidaklah terberdaya. Menanggapi situasi ini, dibutuhkan perhatian pemerintah untuk turut terlibat secara langsung terhadap pertanian agar kendala petani terselesaikan dengan baik.
Sehingga bertani tidak menganggap bersawah hanya sebagai sebagai kebutuhan pokok saja tapi menjadi pendapatan ekonomi untuk menunjang kehidupan masyarakat.
