Jeumpa Media | Blangpidie – Ratusan warga di Gampong Alue Dawah, Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya), menyatakan ketidakpercayaan mereka terhadap kepemimpinan keuchik dan lembaga tuha peut desa, Sabtu (10/08/2024) lalu.
Menurut Ira Maya, seorang warga setempat, mosi tidak percaya ini dipicu oleh dugaan bahwa keuchik tidak transparan dalam mengelola dana CSR dari PT Juya Aceh Mining/SMD (Sinar Mentari Dwiguna).
“Dana CSR-nya sekitar Rp407 juta, dan sekitar 70 persen telah diserahkan, tetapi tidak dikelola sesuai hasil musyawarah dengan masyarakat,” ujar Ira.
Ira juga mengungkapkan bahwa dana tersebut ditransfer ke rekening pribadi keuchik dan digunakan tidak sesuai dengan tujuan yang disepakati.
“Dana CSR digunakan untuk proyek pribadi, seperti membeli tanah, membangun kantor desa, dan pos kamling tanpa melibatkan masyarakat,” tambahnya.
Dana CSR seharusnya dialokasikan untuk kepentingan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan usaha kecil menengah (UKM), lingkungan hidup, dan tanggap bencana.
Warga telah meminta keuchik untuk memberikan klarifikasi dalam rapat desa mengenai penggunaan dana tersebut. Namun, rapat tersebut berubah menjadi keributan dan bentrokan fisik karena keuchik tidak mampu menjelaskan penggunaan dana CSR secara memadai.
“Terjadi keributan antara keuchik dengan warga, serta antarwarga, yang menyebabkan keuchik meninggalkan forum rapat,” jelas Ira.
Situasi semakin diperburuk oleh ketidakhadiran anggota lembaga tuha peut saat diundang untuk membahas masalah dana CSR ini, hanya satu anggota yang hadir.
“Kami merasa lelah dengan kekosongan kepemimpinan desa, baik dari keuchik maupun lembaga tuha peut,” ungkap Ira.
