Jeumpa Media | Jakarta- Rupiah Indonesia menunjukkan pelemahan yang signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data dari Google Finance, dolar AS kini mencapai level Rp 16.117,8, menandai kenaikan nilai tukar yang cukup tajam.
Dalam lima hari terakhir, dolar AS terus menguat terhadap rupiah, bahkan sempat mencapai puncaknya di Rp 16.147,5. Hal ini menunjukkan tekanan yang cukup besar terhadap mata uang Indonesia.
Meskipun demikian, data dari RTI menunjukkan angka yang sedikit lebih rendah, dengan dolar AS berada di level Rp 15.839 pada data terbaru. Meskipun masih di bawah level Rp 16.000, tren penguatan dolar AS tetap cukup mengkhawatirkan.
Sementara itu, data Reuters mencatatkan dolar AS berada di level Rp 15.829,2. Ini menandai volatilitas yang cukup tinggi dalam pergerakan nilai tukar dalam beberapa waktu terakhir.
Dilansir dari Detik Finance dalam 52 pekan terakhir, dolar AS bergerak di kisaran antara Rp 14.560 hingga Rp 15.965, menunjukkan fluktuasi yang cukup besar.
Tidak hanya itu, data dari Yahoo Finance juga menunjukkan tren yang serupa, dengan dolar AS berada di level Rp 15.839. Dalam rentang waktu yang sama, nilai tukar dolar AS berfluktuasi di antara Rp 13.082 hingga Rp 16.148, mencerminkan ketidakpastian yang masih menghantui pasar valuta asing. (AP)
