Sederet Keracunan Massal MBG, 260 Siswa Jadi Korban Hingga Trauma

Jeumpa Media | Jakarta – Pelaksanaan Makan Bergisi Gratis (MBG) yang menjadi Program Unggulan Preisiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah berjalan selama 4 bulan terhitung dari awal tahun 2025. Namun implementasinya masih dinilai sangat kurang oleh publik sehingga kritikan demi kritikan terus disampaikan dengan harapan program unggulan ini dapat diperbaiki dan berjalan dengan stabil.

Alih-alih membaik, keadaan semakin runyam dengan serentetan kasus keracunan yang dialami oleh para siswa dari berbagai macam tingkatan sekolah. Hingga hari ini, tercatat 6 laporan keracunan massal yang dialami oleh para siswa, mulai dari keracunan biasa hingga Kasus Luar Biasa (KLB) yang dialami oleh siswa di Cianjur, Jawa Barat.

Dikutip dari berbagai sumber, ini dia kasus-kasus keracunan MBG yang telah dirangkum oleh Jeumpa Media :

Keracunan MBG di Cianjur

Tragedi MBG yang terbaru dialporkan yaitu keracunan massal yang dialami oleh 78 siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1) Cianjur dan siswa SMP PGRI 1 Cianjur pada Rabu, (23/4/2025).

Para siswa diketahui keracunan pasca mengonsumsi ayam suwir yang menjadi sumber protein dalam menu MBG hari itu. Kejadian ini bahkan ditetapkan sebagai KLB guna kepentingan pendataan dan pantauan medis dari pihak Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Yusman Faisal menyatakan bahwa pihaknya akan memerika sampel menu MBG dan muntahan para siswa untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Cianjur.

Diketahui tidak hanya para siswa yang menjadi korban, diantaranya terdapat 3 guru yang turut keracunan MBG namun masih dalam tahap ringan.

Salah satu orang tua siswa MAN 1 Cianjur mengungkapkan bahwa saat ini anaknya masih enggan mengonsumsi olahan ayam dan tempe yang disajikan dirumah.

“Iya trauma, kemarin dibuatkan tempe mendoan tapi katanya sama seperti makanan MBG. Jadinya tidak dimakan,” Ungkapnya, Kamis (24/4/2025).

Keracunan MBG di Sulawesi Tenggara

Beralih ke Sulawesi, tepatnya di SDN 33, Kasipute, Bombana, program MBG telah menyebabkan 13 siswa keracunan, pada Rabu (23/4/2025).

Belasan siswa tersebut mengalami mual, sakit perut hingga muntah-muntah setelah mengonsumsi ayam yang diduga basi pada hari ketiga pelaksanaan MBG di sekolah tersebut.

“Total ada 13 siswa yang keracunan. Ada yang muntah-muntah, sakit perut, dan pusing, tetapi sebagian besar (di antaranya) sudah membaik, hanya satu orang yang izin hari ini karena perlu waktu istirahat,” kata Kepala SDN 33 Kasipute, Santi Jamal, dilansir dari Kompas.id, Kamis (24/4/2025).

Saat ini, pihak sekolah melarang para siswa mengonsumsi menu MBG hingga masalah ini telah ditangani sebagaimana mestinya.

Keracunan MBG di Proyonanggan Batang

Setidaknya, 60 siswa telah menjadi korban keracunan program MBG di SDN Proyonananggan 5 Batang, Jawa Tengah, pada Senin (14/4/2025).

Para siswa mengalami gejala mual, muntah hingga sakit perut yang muncul pasca pulang sekolah yang diduga berasal dari salah satu menu MBG, yaitu mie.

Meski saat ini para siswa diketahui trauma untuk mengonsumsi MBG, pihak sekolah mewajibkan para guru untuk mencicipi MBG sebelum dibagikan kepada para siswa. Pemerintah setempat juga telah memberikan peringatan kepada vendor MBG dan mengancam akan mencabut izin operasionalnya.

Keracunan MBG di Sumba Timur

Di SD Katolik Andaluri, Waingapu, Sumba Timur, 29 siswa mengalami keracunan massal usai mengonsumsi MBG pada Selasa, (18/2/2025).

Sebelumnya, beberapa siswa telah mengeluhkan rasa menu MBG seperti sudah basi dan beraroma tidak sedap. Tak lama kemudian, jumlah siswa yang mual dan munta terus bertambah hingga harus dilarikan ke Puskesmas.

Keracunan MBG di Pandeglang

Dilansir dari Kompas, Sebanyak 40 siswa di SDN Alaswangi 2, Pandeglang, Jawa Barat juga mengalami keracunan massal usai mengkonsumsi menu MBG pada Kamis (16/1/2025)

“Berdasarkan laporan orang tua, gejala mulai muncul pada pukul 15.00, ada juga yang melaporkan malam hari, bahkan ada yang baru merasakan keesokan paginya,” ujar Sariful Hayat, Kepala Sekolah SDN Alawangi 2.

Diketahui satu diantara siswa yang menjadi korban harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas setempat.

Keracunan MBG di Sukoharjo

Sebanyak 40 siswa dari SDN 3 Dukuh, Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi korban keracunan massal MBG pada Kamis, (16/1/2025).

Menu ayam yang kurang matang diduga menjadi penyebab munculnya gejala keracunan pada siswa seperti mual-mual dan muntah.

Kunari Mahanani, selaku Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota mengatakan bahwa penyebab keracunan makanan tersebut adalah menu ayam yang kurang matang.

Telah Menyebabkan 260 Siswa Menjadi Korban

Menyoroti pelaksanaan MBG sejak Januari-April 2025, tercatat 260 siswa telah mengalami keracunan MBG akibat dari kurangnya pengawasan hingga mutu menu yang masih dipertanyakan kelayakannya.

Berbagai permasalahan yang cukup kompleks tentu menjadi bahan evaluasi dan tantangan sendiri yang harus dihadapi pemerintah terutama pengawasan dari BadanGizi Negara (BGN) untuk kelancaran pelaksanaan MBG dan mencegah hal serupa terulang kembali.

Dilansir dari Detik, Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyan turut angkat suara terhadap deretan kasus keraunan massal yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Mengingat fokus utama program MBG yaitu memperbaiki kualitas makanan para siswa, tentu hal seperti ini sangat disayangkan.

“Pengawasan terhadap keseluruhan standar operasional harus dilakukan dengan cermat agar bantuan pemerintah tidak berubah menjadi musibah,” kata Netty. (Hul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *