Jeumpa Media | Aceh Barat Daya – Muslim, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh Barat Daya (Abdya), mengungkapkan bahwa harga pembelian tandan buah segar (TBS) sawit di pabrik setempat berkisar antara Rp 1.970 hingga Rp 2.020 per kilogram, Senin (1/7/2024).
Harga ini mengalami penurunan sekitar Rp 20 per kilogram dibandingkan sebelumnya.
“Itu harga tingkat pabrik, kalau di tingkat petani yang harus menjual ke agen lebih rendah lagi,” kata Muslim.
Menurut ketetapan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, harga TBS sawit untuk tanaman berusia 3-9 tahun berkisar antara Rp 1.952 hingga Rp 2.619 per kilogram.
Untuk tanaman berusia 10-20 tahun, harga sekitar Rp 2.687 per kilogram, dan untuk usia 21-25 tahun, harga berkisar antara Rp 2.673 hingga Rp 2.456 per kilogram. Dengan demikian, terdapat selisih harga sebesar Rp 600 per kilogram di Abdya dibandingkan ketetapan pemerintah.
Menurut Muslim, rendahnya harga pembelian disebabkan oleh banyaknya hasil panen TBS sawit di daerah tersebut, yang mempengaruhi bongkar muat dan rendemen.
“Jadi hukum pasar berlaku, kalau banyak penawaran harga turun. Termasuk di Nagan Raya harga sawit juga turun,” sebutnya.
Muslim berharap perusahaan dapat bermitra dengan petani kelapa sawit agar kedua belah pihak mendapat keuntungan yang seimbang. Hal ini sesuai dengan Permentan Nomor 3 tahun 2022.
“Regulasi itu mengharuskan setiap pabrik kelapa sawit membeli buah kepada mitranya dan mitra tidak boleh menjual buah ke luar PKS yang dia bermitra,” ujarnya (AP).
