Jeumpa.com | Aceh Timur – Ainsyah Mahmud (63) menjadi perhatian setelah beberapa hari yang lalu ia nekat memanjat Tower Base Transmision Stasion (BTS) milik PT Telkomsel, Selasa (16/01/2024) di Desa Bandar Baru, Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur.
Diketahui bahwa aksi tersebut merupakan yang kedua setelah sebelumnya ia melakukan hal yang sama pada Oktober 2023. Beruntung pada aksi kedua ketika nekad memanjat tower yang memiliki ketinggian puluhan meter ini , aparat dari unsur TNI-POLRI bersama warga setempat berhasil mengevakuasi dan meyakinkan sang nenek untuk turun.
Menanggapi hal tersebut, kepada jeumpa.com Rusli , Geuchik Gampong Bandar Baru menjelaskan duduk permasalahan yang dialami nenek Ainsyah yaitu adanya konflik tanah dengan keluarganya.
“Permasalahan ini bermula ketika Ainsyah membuat sertifikat atas nama anak perempuannya pada tahun 2014. Sertifikat tanah tersebut, mengatasnamakan anak perempuannya agar jika suatu saat ia meninggal, harta tersebut tidak dapat diambil oleh wali karena telah didaftarkan atas nama anaknya.” Ujar Rusli , Kamis (18/1/2024).
Lanjut Rusli, pada tahun 2023 nek Ainsyah berniat menjual tanah tersebut setelah mendengar informasi bahwa tanahnya terkena lahan Medco. Anaknya tidak setuju atas rencana tersebut, mengingat tanah itu merupakan satu-satunya harta yang dimiliki orang tuanya dan dianggap sebagai warisan.
Baca juga : https://jeumpa.com/bkn-umumkan-seleksi-cpns-2024-dilakukan-sebanyak-3-kali/
“Anak Nek Ainsyah tidak setuju jika tanah itu dijual, karena harta yang dimiliki oleh ibunya hanya tanah tersebut, sehingga anaknya menolak untuk menjualnya karena dianggap sebagai harta peninggalan, namun Nek Ainsyah tetap bersikukuh apalagi tanah tersebut berdekatan dengan lahan Medco.
Oleh karena itu, dia memanjat tower Telkom sebagai upaya menakuti anaknya agar bersedia menandatangani surat untuk menjual tanah,” tambahnya.
Geuchik Rusli juga menegaskan bahwa Nek Ainsyah dalam keadaan sehat dan tidak mengalami gangguan jiwa atau mental.
“Dia dalam keadaan sehat-sehat saja, tanpa gangguan jiwa atau lainnya,” tutup Rusli. (Nj)
