Jeumpa Media | Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh yang baru dilantik, menggelar silaturahmi dan coffee morning bersama para wartawan lintas media dan asosiasi pers di sekber (sekretariat bersama), Selasa (12/11/2014) pagi.
Ketua DPRK Irwansyah, ST., mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah aktif meliput dan menyebarkan kegiatan DPRK kepada masyarakat.
Irwansyah menggarisbawahi tiga fungsi utama DPRK, yaitu fungsi pengawasan, legislasi, dan budgeting (penyusunan anggaran). Media dinilai memiliki peran penting dalam menggambarkan berbagai kerisauan masyarakat, yang kemudian direspons oleh penegak hukum.
Ia menilai pendekatan pencegahan lebih efektif dibandingkan penindakan dalam menanggapi permasalahan sosial. Salah satu isu yang diangkat adalah berkurangnya patroli Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (PP WH).
Selain itu, Irwansyah juga menyebut beberapa area yang perlu perhatian, seperti Krueng Neng dan Lam Jamee yang dikenal sebagai spot sungai terjernih di Banda Aceh.
Ia berharap, area-area ini dapat dikelola dengan baik sebagai destinasi wisata dan dijaga kebersihannya.
Dalam kesempatan ini, Ketua DPRK mengajak agar tidak membenturkan syariat Islam dengan kemajuan. Ia juga menyampaikan agar masyarakat dan media waspada terhadap berita hoaks dan mobilisasi opini di media sosial yang dapat memperkeruh suasana.
Acara ini juga menjadi wadah diskusi, di mana para wartawan menanyakan berbagai persoalan yang sedang terjadi di Banda Aceh.
Beberapa di antaranya adalah masalah penyakit sosial seperti peredaran minuman keras, kasus ekonomi, syariat Islam, hingga masalah politik dan netralitas pimpinan DPRK. Isu kesejahteraan pedagang kaki lima, ketersediaan air bersih, dan pengadaan pompa air yang masih belum memadai juga disorot dalam diskusi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRK menyatakan bahwa maraknya penyakit sosial di Banda Aceh dipengaruhi oleh pergaulan. Dalam hal pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Ia menyebut adanya tantangan dalam pemanfaatan RTH di Banda Aceh.
“RTH harus menjadi fokus bagi para calon pemimpin yang bertarung dalam pemilihan mendatang, karena kehadiran ruang terbuka yang layak sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya
Di akhir acara, Ketua DPRK meminta kepada seluruh wartawan untuk bijak dalam memilih calon pemimpin yang bisa merealisasikan Banda Aceh yang lebih bersih, tertata, dan memiliki lebih banyak ruang hijau.
Ia berharap kolaborasi antara DPRK dan media terus terjalin erat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Banda Aceh.(Mis)
