Jeumpa Media | Banda Aceh – KIP Aceh telah melakukan penarikan nomor urut untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh 2024.
Pasangan Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi mendapatkan nomor urut 1, sementara Muzakir Manaf alias Mualem-Fadhlullah memperoleh nomor urut 2. Berikut adalah profil singkat masing-masing pasangan yang dirangkum jeumpa media, Jumat (15/11/2024).
1. Pasangan Bustami Hamzah – M Fadhil Rahmi di singkat Om Bus – Syeh
Bustami Hamzah, S.E., M.Si., lahir pada 22 Juli 1967 di Kabupaten Pidie, adalah seorang birokrat yang dilantik sebagai Penjabat Gubernur Aceh pada 13 Maret 2024 oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Aceh dan memiliki pengalaman luas di pemerintahan, termasuk sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro Keuangan (2004-2008), Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (2008), serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (2019-2021). Ia dilantik menjadi Sekda Aceh pada 2023.
Sementara wakilnya M Fadhil Rahmi, lahir di Langsa pada 6 September 1978, adalah seorang politikus, dosen, dan pelatih sepak bola. Ia menjabat sebagai Anggota DPD-RI dari Aceh periode 2019–2024. Fadhil menyelesaikan pendidikan di Universitas Al-Azhar setelah menempuh pendidikan di berbagai sekolah agama. Selain berkarir di dunia pendidikan, ia aktif dalam organisasi kepemudaan dan pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh.
Pasangan ini mengusung visi misi “Aceh yang Sejahtera, Berkeadilan, dan Beridentitas.”
Sementara misi pasangan ini antara lain :
1. Meningkatkan pertumbuhan perekonomian Aceh setara rata-rata perekonomian nasional dan perekonomian provinsi lainnya di Sumatera, serta sinergitas perekonomian Aceh dengan perekonomian nasional dan perekonomian negara-negara dalam kawasan regional.
2. Meningkatkan kesempatan kerja dan berusaha secara merata, seimbang dan berkelanjutan sekaligus penurunan angka kemiskinan setara rata-rata tingkat kemiskinan nasional secara bertahap.
3. Meningkatkan kualitas pembangunan berbasis sumber daya alam dengan tetap menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup secara seimbang.
4. Meningkatkan rasa adil dan kesetaraan pembangunan bagi segenap lapisan masyarakat Aceh tanpa membedakan ras, suku, kelompok, golongan dan agama.
5. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel dan melayani masyarakat secara adil dan bertanggung jawab.
6. Membangun karakter masyarakat yang berpendidikan, terampil, berdaya saing, religius dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai luhur keacehan yang inklusif dan modern.
2. Pasangan Muzakir Manaf – Fadhlullah
Berikutnya yaitu H. Muzakir Manaf, yang dikenal sebagai Mualem, lahir pada 3 April 1964 adalah seorang politikus dan mantan pejuang GAM. Ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh dari 2012 hingga 2017. Setelah memimpin sayap gerilya GAM, ia mendirikan Partai Aceh pada tahun 2007 dan menjadi ketua pertamanya. Mualem pernah mencalonkan diri sebagai gubernur pada 2017, meskipun kalah dalam pemilihan tersebut.
Fadhlullah, S.E., lahir di Desa Simpang, Pidie, pada 15 Juni 1981 juga merupakan mantan tokoh GAM yang pernah menjabat sebagai Panglima Operasi GAM di wilayah Pidie. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPR-RI Fraksi Gerindra untuk periode 2014–2024. Fadhlullah memiliki latar belakang pendidikan sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Banda Aceh.
Pasangan ini mengusung visi misi Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan, yang dimaknai sebagai upaya untuk menjalankan aktivitas masyarakat Aceh berdasarkan Syariat Islam.
Terkait misi pasangan ini yaitu :
1. Menjalankan Syariat Islam dalam kehidupan masyarakat secara kaffah
2. Mewujudkan implementasi kekhususan dan keistimewaan Aceh sesuai MoU Helsinki dan UUPA
3. Melaksanakan kemandirian ekonomi Aceh dengan berbasis pada sektor unggulan Aceh
4. Meningkatkan infrastruktur dasar dan menjamin konektivitas antar wilayah
5. Meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia
6. Mengoptimalkan transformasi tata kelola pemerintahan Aceh serta membina stabilitas politik dan implementasi hukum
7. Memelihara kelestarian lingkungan hidup dan ekosistemnya.
Kedua paslon gubernur ini juga telah menyampaikan visi misi mereka di beberapa kali debat kandidat yang diselenggarakan oleh KIP Aceh. Menarik, saling tuding dan saling adu program tertampilkan oleh publik dan semoga yang terbaik yang akan memenangkan hati rakyat Aceh pada pilkada yang akan digelar beberapa hari lagi.(Mis)
