Jeumpa Media | Aceh Timur – Pasca banjir yang melanda Aceh pada 26 November 2025, salah satu desa yang berada di Kabupaten Aceh Timur yaitu Gampong Alue Buloh Sa, Kecamatan Simpang Ulim hingga kini belum mendapatkan bantuan sama sekali dari pemerintah setempat, Rabu (3/12/2025).
Salah satu warga yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada Jeumpa Media bahwa warga desa tersebut terpaksa urunan menggunakan dana pribadi seadanya untuk digunakan memasak di dapur umum.
Ia pun menegaskan bahwa PJ Geuchik (lurah) di gampong Alue Buloh Sa tersebut enggan menggunakan dana desa untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir.
“Kami sebenarnya sudah meminta dana desa kepada PJ Geuchik YJ tapi beliau enggan memberikan, padahal yang kami minta dana desa bukan uang pribadi dia, kasihan anak-anak di pengungsian kelaparan, akhirnya kami hanya bisa urunan dengan uang pribadi warga seadanya untuk masak di dapur umum, sampai sekarang gampong kami gak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah” keluh salah satu warga yang tak ingin disebut namanya.
Selain itu ia juga menyebutkan bahwa ada seorang anak kecil di kampung itu yang hanyut terbawa arus banjir. Pihak keluarga berusaha mencari sendiri bocah tersebut namun naas hingga kini belum ditemukan.

Bahkan, tak ada satupun tim evakuasi yang datang ke desanya untuk membantu warga atau sekedar mencari orang hilang. Warga hanya bisa bahu membahu membantu sesama dengan seadanya.
Ia juga menjelaskan bahwa saat banjir masih tinggi, warga berusaha mencari makanan dengan cara berenang menyeberangi dalamnya air hingga sampai ke kota.
“Miris kali memang kami di gampong ini, kami buat beli makanan untuk dimasak harus berenang karena tak ada bot, perahu atau tim penyelamat atau bantuan apapun ke kampung kami sampai sekarang” pungkasnya.
Meskipun kini sebagian air diwilayah tersebut sudah mulai surut, namun warga blm bisa kembali ke rumah nya, dan masih berada di pengungsian di Yayasan Dayah Dami yang berada di Gampong Alue Sa Simpang Ulim.
Warga pun berharap agar bantuan lekas tiba ke desa mereka, setidaknya bisa sedikit meringankan beban para pengungsi dan membantu mencari warga yang ikut terbawa arus banjir yang hingga kini belum di temukan.(*)
