Tak Ditangkap Alasan Menjabat Geuchik, Pembodohan ke Rakyat

*Isue KDRT Pelakunya Diduga Oknum Geuchik Aceh Timur

Jeumpa Media | Langsa – Dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan oknum Geuchik di daerah Aceh Timur mendapat kritikan dari aktivis sosial Langsa, terlebih korban mengaku bahwa Polisi beralasan tidak menangkap pelaku karena memiliki jabatan, Selasa (04/06/2024).

Kepada Jeumpa Media, T Fadli yang akrab disapa Popon terkejut ketika korban yang merupakan istri sah pelaku mendapat informasi bahwa sang suami yang telah melakukan KDRT kepadanya hingga pengancaman dengan senjata tajam (sajam) dan telah dilapor ke polisi namun tak ada tindakan preventif dengan menahan pelaku.

Ket. T. Fadli (Popon) Aktivis Sosial (sumber. Jeumpa)

“Korban telah melapor sejak 12 hari lalu, ia dipukuli dan telah divisum. Sayangnya menurut korban bahwa polisi yaitu unit PPA Polres Langsa mengaku jabatan suaminya yaitu Geuchik membuat tidak bisa segera menahan pelaku. Serta mirisnya lagi, polisi juga mengatakan bahwa poligami sang suami yang tanpa izin istri pertama juga tidak dapat dilaporkan ke polisi. Nah ini peraturan darimana? Harap Polres segera memberikan jawaban ke publik” tegas Popon, aktivis sosial.

Sementara itu, korban berinisial Wa (57) warga salah satu desa di Kecamatan Sungai Raya menjelaskan bahwa selain menerima pemukulan, ia dan anaknya juga diancam oleh sang suami. Mereka juga telah mengupayakan damai di tingkat desa namun gagal.

“Tadinya saya ditalak dengan surat geuchik karena ia geuchik. Lalu kami rujuk kembali dengan syarat dia harus meninggalkan istri mudanya. Namun baru beberapa hari rujuk , suami saya sudah kembali lagi dengan istri barunya. Saya protes dan tidak terima tapi yang saya dapat malah pemukulan dan pengancaman nyawa. Sedihnya lagi, pihak kepolisian tidak bisa menahan pelaku. Kemana lagi saya harus mencari keadilan kalau seperti ini?” ujarnya.

Ditambahkan Wa, atas ketidakadilan yang ia terima, maka ia akan terus berupaya mencari keadilan.

“Saya ini rakyat kecil, sedih kali karena saya tidak punya uang jadi rasanya keadilan sulit saya dapatkan. Tapi saya tidak akan menyerah. Kemanapun akan saya upayakan keadilan itu” pungkasnya. (And)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *