Jeumpa Media | Aceh Utara – Musibah memilukan kembali terjadi. Seorang bocah perempuan bernama Widadul Wahidah (5 tahun) dari Gampong Deng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, meninggal dunia setelah terpeleset dan jatuh ke dalam sumur tanah tanpa pengaman di dekat rumahnya, Jumat (10/1/2025).
Bocah ini berasal dari keluarga miskin yang tinggal di rumah yang lebih pantas disebut gubuk tanpa fasilitas memadai.
Ibunda almarhumah, Kasmiati, menyatakan bahwa upaya untuk mendapatkan bantuan rumah layak huni tak pernah membuahkan hasil. “Ada yang mau membangun rumah untuk kami, tetapi tidak jadi karena kami tidak mampu memberikan uang Rp10 juta.
Harapan kami untuk mendapatkan bantuan rumah tak pernah terwujud hingga putri saya meninggal,” ujarnya kepada Portalnusa.com, mengutip laporan WartaIndonesia.org.
Pada hari kejadian, Widadul yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) sedang menemani kakaknya mandi di sumur sebelum Shalat Jumat. Sumur tersebut berada di sekitar rumah keluarga dan tidak dilengkapi pengaman. Diduga terpeleset, Widadul jatuh ke dalam sumur. Meski sempat dilakukan upaya penyelamatan, nyawanya tak dapat diselamatkan.
Keluarga Widadul hidup di bawah garis kemiskinan. Rumah mereka tidak memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai, sehingga membahayakan keselamatan anak-anak. Ironisnya, lokasi rumah korban hanya berjarak sekitar 250 meter dari pusat pemerintahan Aceh Utara, termasuk Kantor Bupati, DPRK, dan Dinas Perumahan dan Pemukiman.
Menurut informasi, keluarga korban sebenarnya telah memiliki tanah dengan akta yang sah. Namun, meskipun memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan rumah, harapan tersebut tidak pernah terealisasi.
Kepala Desa Deng, Yulinar Mansyah, menyatakan rasa prihatin mendalam atas kejadian tersebut.
“Kami sangat berduka. Namun, mengenai pembangunan rumah bagi keluarga miskin seperti mereka, kami tidak tahu harus mendapatkan anggaran dari mana. Dana desa tidak bisa digunakan untuk membangun rumah layak huni,” ungkap Yulinar.
Ia berharap pemerintah maupun anggota dewan dapat memberikan perhatian lebih kepada warga miskin, khususnya yang berada di Gampong Deng.
Musibah ini menjadi potret pilu kehidupan masyarakat miskin di Aceh Utara yang luput dari perhatian. Kehilangan Widadul Wahidah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat desa, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya perhatian serius terhadap kesejahteraan rakyat kecil.(Mis)
