Jeumpa Media | Banda Aceh – Dalam acara bincang-bincang di Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK) menyatakan mendukung program Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Ir. Febi Mutia, ST, M.Sc, dosen pembimbing di PMM 4 kelompok Kupula mengungkapkan bahwa partisipasi dalam Pertukaran Mahasiswa Merdeka memberikan banyak manfaat, baik bagi mahasiswa maupun institusi.
“Program ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar dan beradaptasi dengan budaya akademik di universitas lain di seluruh Indonesia. Selain itu, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal kebudayaan lokal dan memperluas jaringan pertemanan,” jelasnya pada 24 Mei 2024.
Sejalan dengan Febi, Liaison Officer (LO) Ari Maulana dan Azzah Nazhifah menjelaskan LO berperan penting dalam menyukseskan kelancaran acara.
“Kami berperan sebagai penghubung antara mahasiswa, dosen, dan pihak universitas. Tugas kami meliputi pendampingan mahasiswa sejak kedatangan, membantu dalam proses administrasi, hingga memastikan mereka mendapatkan pengalaman belajar yang optimal,” ujarnya.
Azzah menyebutkan jika salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan baru.
“Beberapa mahasiswa awalnya merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan perbedaan budaya dan sistem pembelajaran. Namun, dengan bimbingan dan dukungan yang kontinu, mereka mampu beradaptasi dengan baik,” tambahnya.
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di USK tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa melalui pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman.
Melalui wawancara ini, diharapkan lebih banyak mahasiswa dan institusi pendidikan lain yang terinspirasi untuk berpartisipasi aktif dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, guna mendukung terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. (Tsy)
