Jeumpa Media | Redelong- Harga Cabai rawit di Kabupaten Bener Meriah mengalami penurunan yang sangat drastis dalam beberapa bulan trakhir ini hingga saat ini harga cabai masih turun.
Hal ini memicu keresahan dan krisis ekonomi di kalangan petani cabai rawit. Saat ini harga cabai rawit hanya berkisar antara Rp.12.000 bahkan sampai harga Rp.13.000 perkilogram.
Penurunan ini membuat petani merugi karna biaya untuk modal usaha seperti pupuk dan harga cabe serta obat-obat untuk tanaman cabe tidak sebanding dengan hasil penjualan.
“Biaya pupuk, dan harga untuk bibit serta harga mulsa (alas untuk nanam cabe) saja tidak kembali, tapi harga jual cabe malah murah. Kami benar-benar rugi,”ujar Febri selaku petani dari kecamatan Bukit pada Minggu, (15/06/2025).
Ia mengatakan sebelumnya “di bulan februari harga cabai sempat naik sekitar Rp.50.000 dan harga naik turun sampai mencapai Rp.40.000 “, tegasnya.
Namun sejak memasuki bulan selanjutnya “harga cabai rawit terus menurun tiada henti sampai saat ini mencapai ke titik harga Rp.11.000″, tambahnya.
Ia juga berharap ” harga cabai kembali normal lagi dan cabai tetap kami petik, tidak kami biarkan lagi membusuk (antrak) di pokoknya, dan kehidupan perekonomian kami kembali setabil”, ujarnya.(Piana)
