Jeumpa Media | Bener Meriah – Situasi di perbatasan Bener Meriah-Aceh Utara, khususnya di kawasan Kem dan Gunung Salak, semakin memprihatinkan. Ribuan warga penyintas bencana longsor dan banjir terus berdatangan mencari bantuan, termasuk sembako, BBM, dan keperluan lainnya.
Ketua Posko Rakyat, Mahlizar, mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga medis di wilayah ini sangat mendesak.
“Banyak warga yang melintas merasa kelelahan dan sakit karena medan yang dilalui sangat berat,” ujarnya.
Warga dari berbagai daerah, termasuk Aceh Tengah, Bener Meriah, dan sekitarnya, terpaksa berjalan kaki sejauh 10 km untuk mencapai akses jalan KKA Aceh Utara-Bener Meriah. Mereka membawa BBM, sembako, dan keperluan lainnya dengan susah payah.
“Posko-posko tenaga medis sangat diperlukan di sini untuk membantu warga yang tengah ditimpa musibah bencana,” harap Mahlizar.
Pemerintah Aceh telah mengumumkan perpanjangan status darurat bencana selama 14 hari, terhitung mulai 12 hingga 25 Desember 2025. Gubernur Aceh menekankan bahwa situasi bencana masih memerlukan penanganan terpadu lintas sektor.
Saat ini, enam unit alat berat milik Pemda Bener Meriah dan masyarakat sedang bekerja untuk membuka akses jalan KKA Bener Meriah – Aceh Utara.
Empat unit alat berat bantuan BNPB dari PT Sani juga bekerja dari Aceh Utara.Mahlizar mengajak semua pihak terkait untuk membantu warga korban bencana dan memberikan dukungan untuk Dataran Tinggi Gayo segera pulih dan bangkit dari musibah.(*)
