Jeumpa Media | Rakan Jeumpa – Salah satu hasil survei yang ditemukan oleh Mondelez International dengan melibatkan 6.292 responden di 12 negara pada 6-20 Oktober 2020 adalah rata-rata masyarakat Indonesia ngemil sebanyak 3,15 kali sehari, lebih banyak dari rata-rata global.
Namun, meski ngemil enak, tahukah kamu bahwa ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya tidak kamu konsusmsi karena buruk untuk otak?
Penasaran? Yuk baca hasil rangkuman Jeumpa Media di bawah ini!
Berikut makanan dan minuman yang tidak baik untuk dikonsumsi seperti yang dilansir dari Mealplan.id.
1. Minuman tinggi fruktosa
Minuman tinggi gula seperti minuman soda, minuman energi, sport drink, dan jus buah buatan/kemasan berisiko memicu obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga disfusi arteri.
Tidak hanya itu, konsumsi minuman tinggi gula berkepanjangan dapat menyebabkan dimensia yang membuat fungsi otak menurun hingga mudah lupa.
2. Terbuat dari karbohidrat olahan
Makanan dan minuman yang dimaksud adalah makanan maupun minuman yang diolah dari gula dan tepung putih hingga berisiko memiliki indeks glikemik tinggi yang bisa menganggu kecerdasan dan daya ingat.
3. Makanan ultra proses
Yang termasuk dalam kategori ini adalah keripik, mie instan, saus kemasan, dan makanan cepat saji lainnya.
Mengonsumsi makanan-makanan tersebut berisiko terhadap peningkatan lemak di sekitar organ yang dapat memicu risiko penurunan fungsi jaringan otak dan meningkatkan risiko radang otak.
4. Ikan tinggi merkuri
Mengonsumsi makanan bermerkuri dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat yang pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan otak.
Gimana rakan Jeumpa? Setelah membaca artikel ini apakah kamu masih tertarik untuk jajan sembarangan? Pikir-pikir lagi yuk! (Tasya)
