KKN USK Dorong Minat Baca Sejak Dini

Jeumpa Media | Bener Meriah – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi di Kampung Rembele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Program ini berfokus pada peningkatan minat baca anak-anak sejak usia dini melalui berbagai kegiatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif.

Kegiatan KKN yang berlangsung selama 30 hari, sejak 2 hingga 31 Juli 2025, ini melibatkan 10 mahasiswa yang tinggal di kampung tersebut. Lima mahasiswa laki-laki ditempatkan di kantor desa, sementara lima mahasiswa perempuan tinggal di rumah Polindes Kampung Rembele.

Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa menginisiasi sejumlah program kerja literasi seperti “Bacakan Saya Buku” (Read Me A Book), kegiatan membaca nyaring, Cerdas Mengulas Buku (CMB), proyek berbasis isi buku, hingga penulisan cerita berdasarkan buku bacaan. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu dan menumbuhkan kecintaan terhadap aktivitas membaca di kalangan anak-anak.

Dukungan dari aparatur desa pun mengalir. Reje Kampung Rembele, Suhaili, menyambut baik program ini dan turut mengoordinasikan pengelola perpustakaan kampung untuk berkolaborasi dengan mahasiswa.

“Saya mendukung penuh pelaksanaan KKN ini. Kami mengarahkan pengelola perpustakaan untuk bekerja sama dengan mahasiswa, apalagi kampung kami cukup luas. Maka dibutuhkan pendekatan yang menarik perhatian anak-anak, misalnya dengan menyediakan makanan ringan,” ungkap Suhaili.

Tak hanya terpusat di perpustakaan kampung, kegiatan literasi ini juga merambah ke Sekolah Dasar Negeri Rembele. Di sana, mahasiswa KKN menggelar berbagai lomba dan proyek kreatif, seperti lomba mewarnai, membaca nyaring, dan membuat gantungan dari kertas origami. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari para siswa, yang menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti rangkaian acara.

Kepala SD Negeri Rembele, Ismail, turut memberikan apresiasi dan harapannya atas kehadiran mahasiswa KKN literasi.

“Saya berharap kehadiran adik-adik mahasiswa bisa memberi dampak positif, tidak hanya bagi siswa, tapi juga bagi para guru untuk lebih termotivasi dalam mengajar. Pemikiran yang baik tidak hanya datang dari guru, bahkan anak-anak pun bisa menyampaikan ide yang layak kita terima,” ujarnya.

Program KKN literasi ini menjadi contoh konkret bagaimana dunia akademik dapat memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Kegiatan ini tidak hanya menanamkan budaya literasi sejak dini, tetapi juga membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem belajar yang inspiratif dan berkelanjutan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *