Tangis Dua Anak Pecah, Driver Ojol Tewas Digorok Begal, Kini Hidup Tanpa Ayah

Jeumpa Media | Banten- Tangis Bram dan Baya belum juga reda sejak kehilangan sosok ayah tercinta. Kedua bocah yang masih duduk di bangku sekolah itu kerap menangis setiap kali mengingat Agus, ayah mereka yang tewas secara tragis setelah menjadi korban pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan di Kabupaten Tangerang, Banten.

Sang istri, Popi, mengungkapkan bahwa sejak kepergian suaminya, kedua anak mereka sering murung dan mempertanyakan keberadaan ayah yang selama ini menjadi tempat bergantung keluarga.

Kini, perempuan yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga itu harus berjuang sendiri membesarkan kedua anaknya setelah kehilangan tulang punggung keluarga.

Di balik duka mendalam yang dirasakan keluarga, kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku yang diduga menghabisi nyawa Agus.

Pelaku berinisial RD alias D (25) diamankan oleh tim gabungan Subdirektorat III Tahbang/Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jalan Bunderan Kamal, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pelaku telah diamankan dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga masih mendalami motif di balik aksi pembunuhan sadis tersebut.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu dini hari (12/7/2026) di pangkalan ojek online Perumahan Vila Taman Bandara, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Malam itu, Agus yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online memilih beristirahat sejenak di pangkalan setelah seharian mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya. Namun, di saat korban sedang tertidur, pelaku diduga mendekati dan menyerangnya menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan luka fatal di bagian leher.

Tak hanya menghabisi nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sepeda motor Honda PCX dan telepon genggam milik Agus sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Iwan Heristiawan menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh rekan korban yang sebelumnya meninggalkan Agus untuk mengantar penumpang. Saat kembali ke pangkalan, saksi melihat sepeda motor korban dibawa oleh seseorang yang tidak dikenalnya.

Saksi kemudian berusaha mengejar pelaku hingga ke wilayah Kamal, Jakarta Utara. Namun, pelaku berhasil lolos. Tak lama berselang, seorang karyawan toko martabak menghubungi saksi dan mengabarkan bahwa Agus ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di pangkalan ojol tempatnya beristirahat.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan. Hasilnya, pelaku berhasil diringkus dua hari setelah kejadian di rumah kontrakannya di Jakarta Utara.

Atas perbuatannya, RD dijerat dengan dugaan tindak pidana pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan. Polisi masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta motif pelaku melakukan aksi tersebut.

Sementara itu, bagi keluarga Agus, tertangkapnya pelaku belum mampu menghapus luka yang ditinggalkan. Kepergian sang ayah telah mengubah kehidupan Bram dan Baya. Sosok yang setiap hari bekerja keras demi menghidupi keluarga kini telah tiada, meninggalkan duka mendalam bagi istri dan kedua anaknya yang masih membutuhkan kasih sayang serta bimbingan seorang ayah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *