BSI Hadir di Huntara Lubuk Sidup, Bawa Bantuan dan Semangat untuk Warga Korban Banjir Aceh Tamiang

Jeumpa Media| Aceh Tamiang — Di tengah kehidupan yang masih jauh dari normal setelah bencana banjir, warga Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, kembali mendapat perhatian.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) hadir membawa bantuan sekaligus dukungan bagi masyarakat yang tengah berupaya menata kembali kehidupan mereka.

Melalui program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026, BSI menggelar sejumlah kegiatan di Huntara Lubuk Sidup pada Rabu (19/8). Bantuan yang diberikan mencakup layanan pemeriksaan kesehatan, 300 paket sembako, obat-obatan dasar, vitamin, hingga dukungan sarana dan prasarana mushola, Rabu (19/8/2026).

Sekitar 160 kepala keluarga kini menempati Huntara Lubuk Sidup. Sebagian besar merupakan warga yang terdampak banjir Aceh Tamiang. Bencana tersebut menghancurkan rumah-rumah warga hingga kawasan itu kemudian dikenal sebagai “desa yang hilang.”

Di tengah kondisi tersebut, bantuan yang hadir bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendampingi masyarakat melewati masa pemulihan.

Koordinator TJSL BP BUMN, Fahrudin Muhtamin, mengapresiasi keterlibatan BSI dalam memberikan dukungan langsung kepada warga.

Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk berbagi kebahagiaan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang masih bertahan di hunian sementara.

“BSI yang menyelenggarakan kegiatan ini, dan intinya kami ingin berbagi kebahagiaan bersama Bapak dan Ibu sekalian. Selain bantuan kebutuhan sehari-hari, ada juga pemeriksaan kesehatan gratis, obat-obatan dasar, vitamin, dan juga dukungan untuk sarana prasarana mushola. Semoga kehadiran BSI dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan perjuangan masyarakat yang masih menjalani kehidupan di huntara,” ujar Fahrudin.

Hal senada disampaikan Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Regional Aceh, Imsak Ramadhan. Ia menegaskan bahwa kehadiran BSI di Aceh Tamiang tidak semata-mata ditujukan untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang berjuang bangkit setelah bencana.

“Kami ingin kehadiran BSI di Aceh Tamiang tidak berhenti pada bantuan yang diberikan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan dan kepedulian bagi masyarakat yang sedang berproses untuk bangkit. Semoga layanan kesehatan, bantuan sembako, maupun dukungan sarana ibadah yang kami hadirkan hari ini dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat dan memberikan semangat untuk kembali menata kehidupan,” kata Imsak.

Sebanyak 300 paket sembako disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok warga. Bantuan tersebut dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan dasar, serta vitamin. BSI juga memberikan dukungan terhadap sarana dan prasarana mushola agar aktivitas ibadah warga di kawasan huntara tetap dapat berjalan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Relawan Bakti BUMN 2026 di Aceh Tamiang yang berlangsung pada 16–19 Agustus 2026.

Dalam program tersebut, BSI tidak hanya berperan sebagai relawan, tetapi juga menjadi salah satu penanggung jawab rangkaian kegiatan bersama relawan dari sejumlah perusahaan BUMN lainnya.

Relawan yang terlibat berasal dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), PT Taspen (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Perum Bulog, PT Reska Multi Usaha, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Mengusung semangat “Menyemai Harapan di Tanah Tamiang”, kehadiran BSI di Huntara Lubuk Sidup menjadi bagian dari upaya mendekatkan kontribusi perusahaan dengan kebutuhan masyarakat. Bantuan tersebut menyentuh berbagai sisi kehidupan warga, mulai dari kebutuhan pokok dan kesehatan hingga fasilitas ibadah.

Bagi masyarakat yang masih menjalani kehidupan di hunian sementara, dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi pengingat bahwa proses untuk bangkit setelah bencana tidak harus dijalani sendirian.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *