Jeumpa Media | Banda Aceh – Calon Gubernur H. Muhammad Nazar menyampaikan visi misi dan beberapa strategi dalam memenangkan hati rakyat Aceh pada temu ramah bersama anggota forum pemimpin redaksi (pemred) di Cafe Paopia, Kamis (30/05/2024).
Dalam penyampaiannya, mantan wakil gubernur Aceh ini berharap agar para media dapat memberikan pencerahan kepada rakyat melalui berita yang disuguhkan.
“Permasalahan di Aceh ini hanya bisa diselesaikan oleh orang Aceh sendiri, karena itu pentingnya kejujuran dan keseriusan dalam memilih pemimpin dan bukan karena iming-iming maka peran media untuk mewujudkan hal tersebut sangat penting” ujarnya dalam diskusi yang diikuti oleh puluhan media baik cetak dan online tersebut.
Dalam diskusi tersebut, beberapa awak media juga menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait strategi serta upaya yang akan dilakukan kelak apabila Nazar terpilih, termasuk isue dari kelompok marjinal serta isue kekerasan perempuan dan seksual yang marak di Aceh.
” Kita tahu dulu perempuan berjuang cukup hebat saat konflik, tapi ketidakadilan dalam hal kesejahteraan tidak adil yang mereka rasakan. Ada korban pelanggaran HAM yang juga belum ada perhatian sepenuhnya serta kekerasan berbasis gender lainnya yang kasusnya terus mencuat bagai fenomena gunung es. Bagaimana pak Nazar berkomitmen atas isue tersebut” tanya salah satu peserta.
Nazar lalu memberikan jawaban bahwa marjinal tersebut tidak hanya persoalan kelemahan dan terpinggirkan dari sosial saja, namun juga marjinal dari sisi pemikiran yang solusinya ada di tangan rakyat tentunya.
” Komitmen saya cukup kuat dalam memenangkan hati rakyat. Tetapi untuk mengatasi sederet persoalan maka masyarakat juga harus setuju bermain di panggung politik yang lebih sehat.
Benar-benar berpikir serius dan memperhatikan intelektual calon pemimpin. Karena persoalan Aceh yang kompleks ini hanya bisa diselesaikan oleh kita sendiri. Jadi jangan sudah kita lemah maka kita juga memilih calon yang lemah juga” tambahnya.
“Dinamika Aceh mungkin termasuk wartawan yang bisa menggiring pemikiran masyarakat. Jadi kalau misalnya ada tokoh yang tidak mampu, juga harus dikasih tahu ke masyarakat meskipun dengan cara halus. Jangan berbohong,” pungkasnya. (Tsy)
