BSI Tuntaskan Transformasi IT, Efisiensi Operasional Naik 80 Persen

Jeumpa media | Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengumumkan pada Kamis (2/7/2026) telah menuntaskan transformasi sistem Information Technology (IT) sebagai fondasi percepatan bisnis dan penguatan layanan digital. Transformasi yang berlangsung selama satu tahun terakhir ini dijalankan dengan dukungan dan supervisi aktif Danantara sebagai bagian dari agenda strategis perseroan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan transformasi teknologi menjadi kebutuhan strategis seiring pesatnya digitalisasi industri keuangan dan pertumbuhan bisnis BSI. Menurutnya, sebagai salah satu dari lima bank terbesar di Indonesia, BSI harus mampu menghadirkan layanan dan sistem yang setara dengan bank-bank besar.

“Sekarang BSI berdampingan dengan bank besar karena sudah masuk 5 besar bank di Indonesia. Ekspektasi nasabah adalah layanan, sistem harus sama dengan bank besar. Untuk itu, kami berupaya menyediakan layanan setara sesuai ekspektasi nasabah,” ujarnya.

Transformasi ini juga menjadi langkah menuju visi BSI sebagai Top 5 Global Islamic Bank serta target memiliki 40 juta nasabah pada 2030. Selama proses tersebut, Danantara memberikan arahan strategis, supervisi, serta memastikan implementasi berjalan sesuai prinsip tata kelola dan manajemen risiko.

Anggoro mengungkapkan, dalam satu tahun terakhir BSI mencatat pertumbuhan signifikan didukung dual licence sebagai bank syariah dan bank emas.

“Bank emas menjadi engine baru kami menggaet segmen yang selama ini belum dapat kami jangkau,” katanya.

Jumlah nasabah BSI telah melampaui 24 juta per April 2026, didorong lisensi Bank Emas pada Februari 2025 dan perubahan status menjadi Persero pada awal 2026.

Salah satu proyek utama transformasi adalah migrasi core banking dari R10 ke R24 yang selesai pada pertengahan Mei 2026 dengan melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi. Proses ini diawasi OJK dan Danantara untuk memastikan implementasi berjalan aman dan terkendali.

Transformasi tersebut meningkatkan efisiensi operasional hingga sekitar 80 persen, mempercepat proses Close of Business (COB), serta memperbesar kapasitas sistem untuk mendukung ekspansi bisnis digital. Saat ini, availability seluruh channel BSI mencapai 99,99 persen.

“Ruang untuk menumbuhkan nasabah, inovasi untuk fitur baru di BYOND sangat luas karena kapasitas terpakai masih di bawah 10 persen. Nasabah akan merasakan manfaat dari kekuatan dan kecepatan IT BSI yang baru,“ ujar Anggoro.

BSI juga terus memperkuat layanan digital melalui BYOND by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI bagi nasabah institusi. Hingga Mei 2026, mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun.

“Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat bersama Danantara, transformasi teknologi yang telah selesai, serta model bisnis yang terus berkembang, BSI optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif,” kata Anggoro.

Kinerja keuangan BSI juga tetap solid. Hingga Mei 2026, laba bersih (unaudited) mencapai Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen (year on year). Total aset tercatat Rp444 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp372 triliun, dan pembiayaan Rp335 triliun dengan kualitas yang tetap terjaga.*(ril)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *