Cuaca Ekstrem Ancam Aceh, BMKG Bunyikan Alarm Bahaya Banjir dan Longsor

Jeumpa Media | Banda Aceh- Peringatan serius datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh.

Lembaga ini sampai harus melayangkan surat resmi kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebagai sinyal bahwa situasi cuaca yang akan dihadapi bukan perkara biasa, melainkan potensi ancaman nyata yang bisa berujung bencana.

BMKG membeberkan, hampir seluruh wilayah Aceh tepatnya 23 kabupaten/kota berada dalam bayang-bayang hujan lebat dalam dua gelombang berturut-turut, mulai 11 hingga 20 April 2026.

Ini bukan sekadar hujan musiman, tetapi kondisi ekstrem yang berpotensi memicu rangkaian bencana: angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.

Prakirawan BMKG Aceh, Dedi Ardana, mengungkapkan bahwa gangguan atmosfer yang terjadi saat ini cukup kompleks. Pola siklonik yang membentuk shearline dan konvergensi, dua fenomena yang kerap menjadi “mesin penghasil hujan” sedang aktif di langit Aceh. Kombinasi ini memperbesar peluang terbentuknya awan hujan masif yang sulit dikendalikan, Jumat (10/4/2026).

Tak hanya itu, pantauan angin di lapisan 3.000 kaki memperlihatkan adanya belokan angin yang memperparah kondisi. Dengan kata lain, langit Aceh sedang “diracik” oleh dinamika atmosfer yang berpotensi menciptakan cuaca ekstrem secara berulang dalam waktu singkat.

Yang lebih mengkhawatirkan, ada 10 daerah yang diprediksi akan menerima hantaman hujan lebat tanpa jeda selama dua periode tersebut: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam.

Wilayah-wilayah ini bisa dibilang berada di garis depan ancaman.

BMKG pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Aktivitas luar ruangan, terutama saat berkendara, berisiko tinggi dalam kondisi cuaca seperti ini.

Namun di balik imbauan itu, pesan yang tersirat jauh lebih tegas: Aceh sedang memasuki fase rawan, dan kesiapsiagaan bukan lagi pilihan melainkan keharusan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *