Dari Birokrat hingga DPR, Berikut Profil Bupati Nagan Raya

Jeumpa Media | Nagan Raya – Teuku Raja Keumangan adalah seorang politisi dan birokrat asal Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Ia lahir pada tanggal 18 Agustus tahun 1967 Peleukung, Senagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Sebelum tejun ke dunia politik TRK memiliki karir yang cemerlang di pemerintahan sebagai birokrat.

Pada tahun 1987 ia sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kejaksaan Tinggi Aceh, kemudian menjadi  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Nagan Raya dan Staf Ahli Bidang Pembangunan Kabupaten Nagan Raya.

 

Di dunia politik TRK juga memiliki jenjang karir yang cemerlang ia mencalonkan diri dan terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh priode 2019-2024. Dalam masa jabatannya, ia juga ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR Aceh periode 2022-2024, kemudian bertarung kembali pada Pemilihan Legislatif (Pileg), sehingga TRK kembali terpilih kembali sebagai Anggota DPR Aceh priode 2024-2029.

 

Hingga pada akhirnya TRK memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Anggota DPR Aceh, ia memilih untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah kabupaten Nagan Raya berpasangan dengan Raja Sayang.

 

TRK-Raja Sayang menjadi pasangan Bupati terpilih dengan jumlah suara sah sebanyak 44.998  berdasarkan hasil rapat pleno tingkat kabupaten mengalahkan tiga pasangan calon bupati lainnya.

Kini ia menjabat sebagai Bupati Nagan Raya periode 2025-2030 setelah dilantik oleh Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf dalam rapat paripurna DPR Kabupaten Nagan Raya pada Rabu, 19 Februari 2025 sore.

 

Teuku Raja Keumangan sendiri berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya, Teuku Raja Azman, pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Aceh dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Aceh Barat. Abangnya, H. Teuku Zulkarnaini, adalah Bupati Nagan Raya periode 2007-2017 dan kini terpilih sebagai anggota DPR RI.

TRK menempuh pendidikan tinggi di bidang hukum dan agama. Jenjang S1 Sarjana Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Aceh, Magister Ilmu Hukum, Universitas Syiah Kuala dan Jenjang Doktor Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

 

Sementara Wakilnya memiliki nama yang unik, Raja Sayang. diketahui merupakan Ketua DPW Partai SIRA Nagan Raya periode 2023 – 2028 dan mantan anggota dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kabupaten Nagan Raya priode 2014-2019. Tidak banyak informasi yang berhasil didapatkan mengenai wakilnya, Raja Sayang.

 

Dalam sambutannya setelah Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK) dan Wakilnya, Raja Sayang menekankan pentingnya anggaran dalam pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan anggaran yang memadai

“ Mewakili masyarakat saya memohon kepada Gubernur untuk mendukung pembagunan-pembangunan di Nagan Raya, sehingga percepatan pembangunan dapat terwujud”, harap TRK.

Posisi Nagan Raya berada di tengah-tengah Barat Selatan Aceh (Barsela). Oleh karena itu sangat memungkinkan menjadikan Nagan Raya sebagai poros pertumbuhan di Barat Selatan Aceh.

“Kita punya bandara yang landasan pacunya 1.800 meter. Kalau lapangan pacu bisa 2.600 meter itu sudah bisa turun pesawat Boeing, nanti naik haji dan umrah nggak perlu lagi ke Banda Aceh, wilayah Barat Selatan cukup di sini”, sebut TRK.

 

TRK juga meminta pemerintah Aceh untuk mendukung pembangunan Masjid Agung Baitul A’la Nagan Raya atau Masjid Giok. Rencananya pembangunan masjid tersebut akan dilanjutkan dan bagian luar dan dalamnya akan dilapisi dengan batu giok.

“Kalau itu yang terjadi, Masjid Giok bukan hanya ikon Aceh, tapi ikon nusantara,” terangnya. (Zd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *