Jeumpa Media | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengadakan debat kedua bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, yakni Bustami Hamzah-M. Fadhil Rahmi serta Muzakir Manaf-Fadhlullah di The Pade Hotel, Aceh Besar, pada Jumat malam (01/11/2024).
Ketua KIP Aceh, Agusni AH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa debat ini merupakan momen penting bagi para calon untuk menggambarkan visi mereka dalam membentuk masa depan Aceh. “Keindahan dan makna demokrasi tidak hanya tergantung pada kandidat, tetapi juga pada peran serta pendukung dan pemilih yang berpartisipasi aktif,” ujarnya.
Dalam debat ini, masyarakat diharapkan dapat menilai gagasan setiap pasangan calon terkait berbagai isu krusial. Beberapa topik yang diangkat meliputi transformasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi, pemberdayaan UMKM, dan pembangunan berbasis kearifan lokal.
Pada segmen pemaparan visi dan misi, Bustami Hamzah menyoroti urgensi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Aceh. Ia menyatakan harapannya agar antrean panjang di rumah sakit tidak lagi terjadi karena keterbatasan kapasitas layanan.
“Penguatan dan peningkatan kapasitas rumah sakit umum daerah serta Puskesmas akan menjadi prioritas kami,” ungkap Bustami.
Menanggapi paparan dari pasangan Mualem-Dek Fad, Bustami juga menggarisbawahi perlunya pembenahan sistem layanan kesehatan, termasuk program keringanan biaya pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Saat ini ada lima rumah sakit regional yang sudah 10 tahun belum selesai karena kurangnya perencanaan matang. Kita perlu menghitung ulang anggaran yang diperlukan, terutama karena dana Otsus sebesar 2 persen belum difokuskan pada sektor kesehatan, sedangkan fiskal kita terus menurun,” jelasnya.
Bustami menambahkan bahwa masih banyak generasi muda yang belum menikmati pendidikan tinggi, angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan layak, serta masyarakat di desa yang belum mendapatkan layanan kesehatan memadai. “Ke depan, kita harus memastikan tidak ada lagi warga yang kelaparan, anak-anak yang putus sekolah, ibu hamil yang kurang nutrisi, dan generasi muda yang tidak mendapatkan pekerjaan karena ketiadaan koneksi. Aceh butuh pemimpin, bukan pemimpi,” tegasnya.
Di sisi lain, Cawagub Fadhlullah (Dek Fad) memaparkan bahwa, sesuai visi dan misinya, mereka berencana membangun tiga rumah sakit regional di wilayah barat-selatan, tengah, dan pantai timur. Tujuannya adalah untuk memberikan akses layanan kesehatan setara bagi masyarakat di pelosok.
“Kami menyadari kebutuhan mendesak di wilayah terluar seperti Simeulue dan Sabang. Untuk itu, kami berencana menyediakan ambulans laut guna mendukung layanan kesehatan di sana,” ujar Dek Fad.
Calon gubernur Muzakir Manaf (Mualem) juga menimpali dengan menyatakan komitmennya untuk memastikan ketersediaan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, demi melayani masyarakat Aceh secara optimal.
“Saat ini kita kewalahan dengan ketersediaan dokter spesialis. Banyak warga Aceh yang harus berobat ke Penang. Ini adalah masalah serius yang perlu segera diatasi,” tuturnya.(Mis)
