Jeumpa Media | Bogor – Publik tengah diramaikan dengan pemberitaan terkait penyiksaan yang dialami oleh eks pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) di Taman Safari Cisarua, Bogor.
Selain penyiksaan, para korban mengaku mengalami kekerasan fisik dan mental saat bekerja di OCI pada tahun 1970-an. Melalui audiensi bersama Kementerian HAM, korban mulai menyampaikan serentetan kejadian penyiksaan yang mereka alami, seperti dipaksa memakan kotoran, ditendang, dipukuli disetrum hingga dipaksa bekerja saat dalam kondisi hamil.
Salah satu eks pemain sirkus yang menjadi korban, Vivi, menceritakan kekerasan yang dialaminya sejak usia belasan tahun. Ia mengaku disiksa oleh Bos Taman Safari yang bernama Frans hingga akhirnya ia nekat kabur.
“Saya kabur karena sering disiksa, disuruh latihan, dipukulin. Saat orang-orang tidur, saya tetap disuruh latihan, akhirnya jam 1 malam saya nekat kabur sendirian dari rumah Pak Frans,” ujar Vivi.
Meski berhasil kabur ke daerah Cisarua dan bersembunyi selama 3 hari dirumah salah satu kenalannya, keberadaan Vivi berhasil diketahui oleh petugas keamanan taman safari.
“Begitu tiga hari, saya mau keluar, pas di depan rumahnya ternyata ada sekuriti Taman Safari. Saya diajak balik, tapi saya menolak. Dia jamin saya tidak dipukuli lagi. Yaudah saya ikut. Mau nggak mau saya pulang, saya juga bingung mau lari ke mana lagi,” tambahnya.
Pihak Taman Safari Membantah Adanya Penyiksaan
Pihak Taman Safari melalui Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampouw menyampaikan bantahannya terkait eksploitasi dan penyiksaan yang dialami eks-pemain sirkus.
“Sama sekali tidak benar,” kata Tony, dilansir dari Detik, pada Rabu (16/4/2025).
Menurut Tony, laporan serupa sudah pernah mereka tangani dan sudah selesai pada tahun 1997. Sehingga ia tidak mengerti mengapa hal serupa kembali diungkit pada saat ini. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan klarifikasi terkait aduan yang diberikan para korban di Kementerian HAM.
“Jadi nggak benar itu hanya, apa, suatu difitnahkan seperti itu. Nah itu kan akan kita klarifikasi juga,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pihak OCI akan menyampaikan klarifikasi lebih lanjut, sehingga ia menolak bahwa Taman Safari Indonesia terlibat dalam masalah ini.
“Ini tidak ada kaitannya dengan Taman Safari, Taman Safari kok dibawa-bawa, itu satu. Kedua sirkus, nah sirkus itu dari orang sirkus juga harus membuat statement juga bahwa ini tidak ada. Jadi statement dari sirkus lagi dibuat,” tambah Tony.
Tanggapan Pihak KemenHAM
Kementerian HAM akan segera memanggil pihak Taman Safari Indonesia dan OCI terkait pengaduan dugaan eksplotasi yang dilakukan terhadap eks pemain sirkus.
Laporan pengaduan tersebut diterima oleh Kementerian HAM pada Selasa, (15/4/2025)
Wakil Menteri HAM, Mugiyanto menuturkan bahwa dari laporan yang ia terima, para korban diduga mengalami pelecehan, penyiksaan dan eksploitasi yang berlebih.
“Kejadian ini sudah puluhan tahun yang lalu di tempat mereka bekerja yaitu sebuah bisnis pengelola hiburan sirkus,” ujar Mugiyanto, dalam unggahannya di akun resmi instagramnya pada Rabu, (16/4/2025).
Dalam postingan video tersebut, Mugiyanto menyampaikan bahwa pihak Kemen HAM akan mempertimbangkan pemulihan mental para korban serta mediasi dari kedua belah pihak guna mencegah terjadinya kasus serupa.
“@kementerian_ham akan memanggil para pihak yang diduga terkait dalam tindak kekerasan ini untuk didengar keterangannya guna mengambil langkah tepat bagi pemenuhan hak korban dan mencegah terjadinya keberulangan kembali kasus yang sama,” tambahnya di @mugiyanto.official. (Hul)
