Jeumpa Media| Banda Aceh- Mualem atau Muzakir Manaf kini telah resmi dilantik menjadi Gubernur Aceh periode 2025-2030 dalam rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu (12/2/2025).
Saat itu Nualem dilantik bersama Wakilnya yaitu Fadhlullah, oleh Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh.
Berikut profil dan program 100 hari kerja Mualem-Dek Fadh yang telah dirangkum Jeumpa Media, Senin (17/2/2025).
Riwayat Karier Mualem
Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa sebagai Mualem, lahir di Aceh Timur pada 3 April 1964.
Ia dikenal sebagai tokoh penting di Aceh. Dirinya mendapatkan Julukan Mualem lantaran ia memiliki keahlian tinggi dalam dunia militer.
Hal itu didasari karena dirinya pernah menduduki Panglima Perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak 1986. Kemudian, ketika perjanjian damai Helsinki pada 2005, ia beralih peran dalam transisi politik Aceh dengan menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh.
Tak henti disitu, karier politik Mualem terus berlanjut, hingga ia menjadi Ketua Umum Partai Aceh (2007), kemudian Ketua Umum KONI Aceh (2015), dilanjut menjadi Ketua Umum Pramuka Aceh (2013), kemudian Wakil Gubernur Aceh (2012-2017) dan sebagai Waliyul ‘Ahdi Lembaga Wali Nanggroe Aceh (sejak 27 Desember 2022).
Peran Mualem di Pilpres 2024
Pada proses Pemilihan Presiden 2024, Mualem dengan berani dan terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan no 02 yaitu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan itu ia sampaikan secara langsung ketika bertemu dengan Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di MZ Coffee, Banda Aceh, pada 26 Desember 2023 lalu.
Usai dilantik, Mualem minta hapus sistem QR Code SPBU
Usai dilantik menjadi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf diberi kesempatan untuk berpidato dan tiba-tiba ia mengejutkan semua tamu undangan lantaran dalam pidatonya, Mualem menyatakan dengan tegas bahwa ia akan menghapuskan sistem QR Code ketika mengisi BBM di SPBU seluruh Aceh.
Menurut nya selama ini, dengan adanya sistem QR Code, ada sebagian masyarakat yang marah bahkan ingin membakar SPBU.
Sebagai informasi, selama ini, para pengguna mobil berbahan bakar Bio Solar atau Solar subsidi, dan Pertalite wajib menunjukkan QR Code yang didapat setelah melakukan registrasi atau mendaftar sebagai penerima BBM subsidi dari PT Pertamina.
Sang Wakil Gubernur Aceh
Fadhlullah atau yang akrab disapa dengan panggilan Dek Fadh ini merupakan sang mantan anggota DPR RI yang berasal dari Partai Gerindra.
Fadhlullah, S.E. juga merupakan mantan seorang Panglima Komando Operasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di wilayah Pidie. Selain itu ia juga pengusaha di beberapa bidang bisnis yang kini melebarkan sayapnya di kancah politik.
Perjalanan Karier Fadhlullah
Fadhlullah adalah putra asli kelahiran Pidie, pada 15 Juni 1981. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Aron, Glumpang Tiga, Aceh pada tahun 1987, kemudian di MTs.S Jeumala Amal Lueng Putu, Pidie, Aceh tahun 1993, dan melanjutkan di Madrasah Aliyah Darussa’adah, Glumpang Tiga, Aceh pada 2005.
Tak henti di situ, Dek Fadh kemudian masih melanjutkan pendidikannya di STIM Banda Aceh pada tahun 2009.
Ayah dua anak itu juga merupakan pengusaha yang menjabat sebagai Direktur Utama PT. Krueng Simpang sejak tahun 2008 hingga 2014.
Fadhlullah juga pernah menjadi anggota Himpunan Pengusaha Migas Aceh sejak tahun 2009. Kemudian Ia terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra selama dua periode, yakni 2014-2019 dan 2019-2024.
Karier nya pun terus memuncak hingga saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, Fadhlullah berhasil terpilih sebagai Wakil Gubernur Aceh yang mendampingi Muzakir Manaf.
Di sisi lain, Fadhlullah juga aktif dalam berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang & Industri Daerah (Kadinda) Kabupaten Pidie, Bendahara Organisasi Kepemudaan Mahasiswa Pancasila Kabupaten Pidie, Wakil Ketua DPW Pidie Partai Aceh, dan lainnya.
Penghargaan
Wakil Gubernur Aceh ini juga pernah mendapatkan penghargaan seperti meraih penghargaan Pendidikan Lemhannas tahun 2014, dan Pendidikan Lemhannas 2019.
Program 100 Hari Kerja Mualem-Dek Fadh
Wakil gubernur Aceh yaitu Fadhlullah mengungkapkan bahwa pada masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, memiliki salah satu program 100 hari kerja yaitu mengeluarkan Aceh dari daerah termiskin se-Sumatra.
Pihaknya juga telah melakukan beberapa pertemuan dengan sejumlah tokoh politik di Pemerintah Pusat. Termasuk Presiden Republik Indonesia, yaitu Prabowo Subianto. (RA)
