Jeumpa Media | Aceh Besar – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Aceh Besar Muharram Idris-Syukri A Jalil, telah dilaksanakan di Gedung Jantho Sport Center (JSC), Kota Jantho, pada Kamis (13/2/2025).
Pasangan Bupati Terpilih dengan nomor urut 1 ini dilantik langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Berbeda dengan pelantikan yang sebelumnya dilakukan di Gedung DPRK Aceh Besar, pelantikan kali ini dilakukan di Gedung Jantho Sport Center (JSC) karena kapasitas DPRK tidak memadai untuk menampung tamu yang hadir mengingat antusiasme masyarakat Aceh Besar juga sangat tinggi dalam menyambut pelantikan ini.
Dalam pelantikan tersebut, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, membacakan amanat Presiden Republik Indonesia serta menyinggung tantangan baru yang akan dihadapi oleh Pemerintah Aceh sehubungan dengan pemangkasan Anggaran Otonomi Khusus yang telah ditetapkan.
Muzakir berharap para bupati terpilih dapat menyikapi hal ini dengan bijak sambil terus berkolaborasi guna jalannya pemerintahan yang optimal.
Bagaimana profil dan program andalan Bupati dan wakilnya ini, berikut rangkuman Jeumpa Media, Senin (17/2/2025).
Muharram Idris atau yang akrab dikenal sebagai Syeh Muharram lahir pada 10 Oktober 1975. Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini pernah menjabat sebagai Panglima GAM Wilayah Aceh Rayeuk.
Setelah damai, Muharram menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasional Aceh (PNA) dari 2012 hingga 2016.
Kemudian wakilnya Drs. H. Syukri A. Jalil, lahir pada 4 Desember 1962 di Aceh Besar. Ia merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan rekam jejak panjang dalam bidang pemerintahan.
Menyelesaikan pendidikan di APDN Banda Aceh dan S1 IIP Jakarta, Syukri pernah menjabat sebagai Camat di beberapa kecamatan seperti Montasik, Darul Imarah, dan Ingin Jaya.
Karir administratifnya mencakup berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Kepala Bagian Pemerintahan, Kadisdukcapil, Kadis Lingkungan Hidup, hingga Staf Ahli Bupati Bidang Keistimewaan Aceh.
Dalam pidato pertamanya, Muharram Idris menyampaikan terima kasihnya kepada DPRK Aceh Besar serta semua pihak yang telah menyusun acara pelantikan tersebut. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk dapat bekerja sama dengan pihak-pihak terkait guna melakukan perbaikan infrastuktur selama masa jabatannya.
Ia juga akan berfokus pada bidang pertanian yang ada di Aceh besar mengingat pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakatnya.
Adapun hal lain yang diungkapkannya yaitu komitmen untuk mengadakan gedung baru DPRK Aceh Besar.
“Gedung ini sudah memasuki masa rehabilitasi. Dengan pertumbuhan jumlah anggota DPRK yang semakin banyak, fasilitas gedung ini tidak lagi sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mengadakan gedung baru DPRK Aceh Besar,” ujar Muharram.
Adapun visi dari pasangan Bupati ini yaitu Aceh Besar bermarwah dan bermartabat, adil, makmur, sejahtera, dan bersyariah dalam bingkai ahlussunnah wal jamaah.
Sedangkan misi-misinya yaitu pertama, meningkatkan penerapan syariat Islam berlandaskan Ahlussunnah Wal Jamaah melalui pendidikan, kebudayaan, syiar islam dan penegakan hukum. Kedua, Mewujudkan percepatan pembangunan pertanian, kemandirian pangan dan kedaulatan air.
Ketiga, Melaksanakan Percepatan Laju Pembangunan Masyarakat Perbatasan, Pesisir, Terisolir dan Tertinggal. Keempat, Membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Kelima, Mewujudkan keadilan lingkungan hidup. Keenam, Mewujudkan transformasi peningkatan pembangunan ekonomi daerah melalui industrialisasi dan UMKM.
Ketujuh, Meningkatkan pelayanan publik yang adil, responsif, merata dan terjangkau. Kedelapan, Melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur kota dan gampong berbasis kawasan dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Kesembilan, Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, akuntabel berbasis tekhnologi informasi yang terintegrasi. Kesepuluh, Memastikan terlaksananya program dan kebijakan pemerintah dalam menjaga perdamaian Aceh yang hakiki.
Demikian profil singkat, komitmen dan visi misi Bupati Aceh Besar. (Hul)
