Jeumpa Media | Banda Aceh – Harga emas di Banda Aceh terus menunjukkan tren kenaikan signifikan. Berdasarkan pantauan, harga emas murni kini mencapai Rp6.950.000 per mayam (tanpa ongkos), sementara harga jadi menembus Rp7.100.000 per mayam.
“Kalau dihitung dengan ongkos pembuatan, totalnya sekitar Rp7,1 juta per mayam. Ongkosnya berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung model perhiasan,” ujar Daffa, salah satu pedagang emas di Banda Aceh, kepada Jeumpa.com, Selasa (14/10/2025).
Meski harga terus menanjak, Daffa menyebut daya beli masyarakat masih tetap kuat.
“Sekitar 70 persen pembeli masih memilih membeli emas, sementara hanya 30 persen yang menjual. Artinya, permintaan masih tinggi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, lonjakan harga emas lokal sejalan dengan tren kenaikan harga emas dunia.
“Permintaan global yang meningkat mendorong harga emas di tingkat lokal ikut naik. Saya memperkirakan harga bisa menembus Rp7,5 juta per mayam sebelum akhir tahun,” ujarnya.
Daffa menambahkan, dalam dua tahun terakhir, harga emas mengalami kenaikan sekitar 40 persen, jauh di atas rata-rata kenaikan normal yang biasanya hanya 10 persen.
“Pendapatan masyarakat tidak ikut naik, tapi harga emas terus melonjak. Ini di luar perkiraan,” katanya.
Untuk logam mulia merek Antam, Daffa menyebut harga juga merangkak naik. “Sekarang sekitar Rp2.800.000 per gram, naik sekitar Rp150 ribu dari sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, tren kenaikan ini berpotensi berlanjut hingga akhir tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen investasi dan kebutuhan mahar pernikahan.
“Sekitar 80 persen kemungkinan harga akan terus naik, hanya 20 persen peluang untuk turun,” pungkas Daffa.(*)
