Jeumpa Media | Banda Aceh – Nama Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik setelah videonya yang dianggap menghina Sunhaji, seorang penjual es teh, dalam sebuah acara pengajian di Magelang, Jawa Tengah, viral di media sosial. Meski telah meminta maaf dan memberangkatkan Sunhaji serta keluarganya untuk menjalankan ibadah umrah, peristiwa tersebut tetap memicu perhatian luas terhadap dirinya, Senin (09/12/2024).
Rekam jejak serta kehidupan masa lalu Gus Miftah kini menjadi bahan perbincangan warganet. Banyak yang penasaran dengan perjalanan hidupnya sebelum dikenal luas hingga akhirnya menjadi Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto.
Berikut rekam jejak Gus Miftah seperti dilansir dari Tribunnews.
1. Sempat Tak Lulus Kuliah
Gus Miftah pernah menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Selama berada di Yogyakarta, ia aktif mengikuti berbagai pengajian di pesantren. Namun, beredar kabar bahwa ia tidak menyelesaikan pendidikannya di kampus tersebut.
Meskipun demikian, Gus Miftah berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam dari Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada tahun 2023.
2. Aktif di Organisasi Keagamaan
Selama menjadi mahasiswa, Gus Miftah dikenal aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang memiliki keterkaitan dengan organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU). Pengalaman ini turut membentuk karakter dan pola dakwahnya yang kini dikenal publik.
Kisah hidup Gus Miftah, mulai dari masa mudanya hingga perannya sebagai figur publik, menunjukkan perjalanan yang penuh liku. Namun, kejadian baru-baru ini tetap menjadi tantangan bagi dirinya dalam menjaga citra sebagai seorang tokoh agama.
3. Lulus dengan Predikat Summa Cumlaude
Gus Miftah sukses meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada tahun 2023. Ia lulus dengan predikat summa cumlaude dan meraih IPK 3,56, prestasi yang membanggakan dan menjadi bukti dedikasinya dalam bidang pendidikan meski sempat tidak menyelesaikan studi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
4. Pernah Jadi Marbot Masjid
Masa lalu Gus Miftah juga diwarnai pengalaman menjadi marbot masjid. Seorang warganet dengan akun @perkarasipil mengungkap bahwa ia pernah menjadi marbot di sebuah masjid di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta.
“Kehidupannya waktu itu kasihan, sering dibantu warga sekitar agar bisa hidup layak sebagai marbot,” tulis akun tersebut.
Warganet lain mengisahkan bahwa Gus Miftah sering disuruh-suruh oleh almarhumah Bu Yam, salah satu tetangganya saat itu. Kisah ini menunjukkan sisi sederhana dari perjalanan hidup Gus Miftah sebelum menjadi tokoh besar.
5. Nama Asli “Ta’im”
Latar belakang Gus Miftah juga menarik perhatian. Beberapa akun di platform X, seperti @narkosun dan @vickyelkhaer, menyebut bahwa nama asli Gus Miftah adalah Ta’im. Informasi ini turut dikonfirmasi oleh akun lain, yang menjelaskan bahwa nama itu menjadi panggilan masa kecilnya.
6. Alasan Dipanggil “Gus”
Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur), menjelaskan bahwa panggilan “gus” untuk Miftah bukan sekadar gelar biasa. Menurutnya, Miftah adalah keturunan ulama besar Syaikh Hasan Besari, seorang tokoh agama dari Ponorogo.
“Dia keturunan ulama besar, Syaikh Hasan Besari Ponorogo, jadi pantas menyandang gelar gus,” ujar Gus Fahrur.
Selain itu, Gus Miftah juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Ora Aji, yang berlokasi di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
7. Perjalanan Inspiratif yang Diuji Kontroversi
Dari seorang marbot masjid hingga menyandang gelar summa cumlaude dan menjadi figur nasional, perjalanan hidup Gus Miftah penuh liku. Namun, peristiwa yang baru-baru ini terjadi menjadi tantangan tersendiri baginya untuk menjaga kepercayaan publik dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (Mis)
