IKAFT USK Gelar Pelepasan Tukik Belimbing di Lampu’uk Aceh Besar

Jeumpa.com – Aceh Besar – Ikatan Alumni Fakultas Teknik (IKAFT) Universitas Syiah Kuala (USK), bekerjasama dengan Konservasi Penyu Lampu’uk, melepaskan 40 ekor tukik Penyu Belimbing di Pantai Babah Dua Lampu’uk. Selain diikuti oleh alumni Fakultas Teknik beserta keluarga, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum, Minggu (28/1/2024).

Pelepasan dilakukan Jumat sore, 26 Januari 2024 menjelang matahari tenggelam, untuk mencegah predator memangsa tukik.

Sebelum pelepasan, peserta diberikan pengarahan singkat dan sedikit pengetahuan tentang penyu, agar pelepasan berjalan lancar dan tukik-tukik yang dilepas dapat hidup dan berkembang biak dengan baik.

IKAFT – USK tidak hanya menaruh perhatian pada bidang teknologi, tapi juga aktif dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan peduli lingkungan.

Akhir 2023 lalu juga melakukan penanaman 1000 batang mangrove di kawasan hijau TPI Lampulo.

“Ini merupakan salah satu program peduli lingkungan dari IKAFT, “jelas Syafwina, Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat IKAFT USK periode 2023-2028.

“Untuk kegiatan ini, kami bekerjasama dengan Konservasi Penyu Lampu’uk. Telur-telur penyu yang ada di pantai tersebut, dijaga dan dilindungi oleh mereka hingga menetas menjadi tukik.” jelasnya.

Pelepasan tukik ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelangsungan hidup penyu yang sudah mulai terancam punah. Pelepasan dilakukan untuk membantu para tukik masuk ke laut lebih cepat dan aman dari serangan predator.

Apalagi penyu jenis belimbing, merupakan jenis penyu terbesar yang migrasinya bisa puluhan ribu kilometer.

“Jumlah penyu ini semakin langka dan perlu dilindungi,” urainya sambil memperlihatkan tukik-tukik berwarna hitam yang bentuknya mirip buah belimbing, yang akan dilepas.

“Pemerintah perlu lebih perduli lagi pada kegiatan seperti ini, Anak-anak muda dari Konservasi Penyu Lampu’uk ini perlu didukung dan diberikan tempat, sehingga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan lebih banyak lagi penyu-penyu yang bisa diselamatkan,” Kata Saiful Maali antusias, ia merupakan alumni Teknik Sipil Angkatan 80 yang khusus datang bersama istrinya.

Ia juga sempat memberikan beberapa petuah kepada Konservasi Penyu Lampu’uk

Konservasi Penyu Lampuuk diprakarsai oleh anak-anak muda setempat secara mandiri. Untuk kelangsungan kegiatannya, setiap pelepasan, mereka membuka donasi dari peserta yang ikut serta.

Selain pelepasan, mereka juga aktif dalam edukasi tentang penyu dan bekerja sama dengan berbagai komunitas lingkungan.

“Senang sekali saya bisa ikut melakukan pelepasan tukik. Ini pengalaman pertama saya. Semoga tukik-tukik yang dilepas bisa hidup dan berkembang biak”, ujar Dwikanti Nurulingtresna, alumni Teknik Kimia Angkatan 81, yang ikut berpartisipasi bersama suaminya yang juga dosen pada Fakultas Teknik jurusan Teknik Elektro.

“Sebenarnya, banyak lagi alumni yang berencana hadir, tapi karena saat ini di kota hujan lebat, jadi mereka batal hadir,“ ujar Harris, alumni Teknik Sipil 2004 yang hadir bersama istri dan 4 anak-anaknya.

“Anak-anak saya senang sekali dapat pengalaman baru dan ingin ikut lagi kalau ada kegiatan serupa,” tambahnya lagi.

Pelepasan kali ini adalah pelepasan terakhir untuk awal tahun ini, jelas Ikhsan, Ketua Konservasi Penyu Lampuuk.

Selama bulan Januari ini sudah melakukan beberapa kali pelepasan tukik. Minggu sebelumnya yang dilepaskan adalah tukik Penyu Lekang, yang ukurannya lebih kecil dan termasuk jenis penyu terkecil.

“Penyu Lekang dan Penyu Belimbing adalah jenis penyu yang paling sering bertelur di daerah pesisir Lampu’uk, Aceh Besar, Kadang-kadang ada Penyu Sisik juga,” tambah pemuda Lampu’uk yang akrab dipanggil Adun ini. Adun dan kawan-kawannya sudah lama giat dalam konservasi penyu ini.

Menjelang magrib, ke-40 tukik Penyu Belimbing berhasil dilepas ke laut. Panitia pelepasan tukik belimbing berharap jerih payah mereka dalam menyiapkan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi pelestarian lingkungan hidup dapat berhasil dengan sukses.

“Semoga semuanya bisa bertahan dan hidup di lautan lepas,” tutup Syafwina kepada jeumpa.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *