Ini Profil Abu Kuta Krueng, Ulama Kharismatik Aceh Wafat di Usia 84 Tahun

Jeumpa Media | Banda Aceh– Seorang ulama kharismatik asal Nanggroe Aceh Darussalam meninggal dunia di usianya yang ke 84 tahun.

Abu H.Usman Ali atau dikenal dengan nama Abu Kuta Krueng telah tutup usia setelah sebelumnya sempat di rawat di selama seminggu di salah satu Rumah Sakit yang berada di Penang, Malaysia.

Kemudian, Abu Kuta Krueng kembali di bawa pulang ke Aceh dan mendapatkan perawatan kembali di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh pada Kamis (13/2/2025).

Kabar duka cita ini pertama kali diketahui dari pesan yang beredar di media sosial, dan berisi tulisan bahwa Abu H. Usman Ali atau Abu Kuta Krueng telah berpulang ke Rahmatul­lah.

“Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah Abu Kuta Krueng pada malam Kamis pukul 04.30 dini hari 13 Feb 2024 di RSUZA,” tulis Tgk Mujlisal Abu Kuta Krueng di Facebook pribadinya pada Kamis (13/2/2025).

Ribuan Jemaah Menyambut Haru Kedatangan Jenazah Sang Ulama

Beredar berbagai video yang memperlihatkan suasana sepanjang kota Pidie Jaya yang dipenuhi oleh masyarakat dan jemaah ketika menyambut kepungan jenazah Abu Kuta Krueng ke rumah duka.

Tampak ribuan jemaah dari berbagai daerah di Aceh terus memadati sepanjang Jalan Lintas Sumatera, mereka memberikan penghormatan terakhir kepada sang ulama kharismatik yang telah menjadi panutan para  umat islam khususnya di Aceh.

Terlihat pula cuaca dan langit yang mendung, namun tak menggoyahkan para Jamaah untuk mengantar sang ulama ke tempat peristirahatan terakhir nya.

Tak heran, para santri dan jemaah pun tampak meneteskan air mata, seolah mengenang jasa-jasa dari sang guru ketika membimbing para jamaah dan mencetak generasi penerus Islam.

Jenazah Abu Kuta Krueng dimakamkan di Kompleks Dayah Darul Munawwarah

Semasa hidupnya, Abu H. Usman Ali sering didatangi oleh beberapa tokoh lokal, nasional, bahkan internasional. Hal itu karena Pemimpin Dayah Darul Munawarah ini telah dianggap sebagai salah satu ulama paling berpengaruh di Aceh.

Abu Kuta Krueng adalah putra asli Pidie Jaya yang lahir di Gampong Kuta Krueng pada 31 Desember 1940 dan wafat pada 12 Februari 2025.

Ia adalah anak dari Teungku M Ali dan Umi Khadijah. Ia memiliki seorang isteri yang bernama Ummi Khairiah dan mempunyai 8 orang anak yang kini telah menjadi guru di Dayah Darul Munawawarah.

Kini Jenazah telah dimakamkan di komplek Dayah Darul Munawwarag, diperkirakan sekitar 7.000 orang hadir untuk ikut mengshalatkan sang ulama, termasuk santri, masyarakat, dan ulama lainnya sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada Abu Kuta Krueng.

Jenjang Karir Sang Ulama

Abu Kuta Krueng memulai belajar ilmu agama sejak kecil dari kedua orang tuanya. Ia belajar mengkaji berbagai kitab dari ulama-ulama yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Indonesia (SRI) Desa Tanjungan, selanjutnya melanjutkan ke Sekolah Menengah Islam (SMI) Samalanga.

Setelahnya, Abu Kuta Krueng masuk pondok pesantren atau Dayah Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah (MUDI) pada tahun 1949, di Mesjid Raya (Mesra), Samalanga, Kabupaten Bireun, Aceh.

Mendirikan Dayah Sendiri

Setelah mengenyam berbagai ilmu selama belasan tahun, Abu Kuta Krueng dengan gigih dan berani meminta izin kepada gurunya untuk mendirikan sebuah pondok pesantren atau Dayah Darul Munawwarah di Kuta Krueng pada 1964.

Hingga kini, pondok pesantren atau Dayah Darul Munawwarah masih terus berkembang dan telah menjadi salah satu pesantren rujukan di Provinsi Aceh.

Bahkan jumlah santrinya saat ini telah  mencapai lebih dari 5.000 orang, yang berasal  dari berbagai daerah yang ada di Aceh, luar daerah, hingga para negara tetangga.(RA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *