Jeumpa Media | Aceh Tenggara – Mendekati Pilkada November 2024, terdapat tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara. Berikut profil singkat mereka yang telah dirangkum Jeumpa Media, Kamis (17/10/2024).
Di nomor urut pertama adalah pasangan Salim Fakhry dan Heri Al Hilal disingkat SAH.
H. Muhammad Salim Fakhry S.E., M.M. diketahui lahir di Kutacane, Aceh Tenggara pada 21 Oktober 1968 dan merupakan alumni dari S1 Ekonomi Manajemen, Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia. Ia menamatkan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha, Jakarta.
Pria berusia 55 tahun ini memiliki karir politik yang panjang. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPRK Aceh Tenggara sejak 1997 sampai 2014 serta anggota DPR RI 2014 s/d 2024. Ia juga terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara sejak 2020 hingga 2025.
Sementara Wakilnya dr. Heri Al Hilal merupakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara (Agara) dan anak dari almarhum mantan Bupati Agara, H. Hasanudin Beruh yang disebut sebagai bapak pembangunan didaerah tersebut.
Tidak banyak informasi yang didapatkan mengenai Heri. Namun apabila menang, paslon ini berjanji akan akan mengembalikan program program semasa kepemimpinan Alm Ir. Hasanuddin Beruh.
Beberapa program yang dimaksud yaitu beasiswa untuk anak melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi negeri, pembagian sirup kepada masyarakat pada hari besar, honor guru buta aksara di desa serta honor Imam Khatib dan Bilal di desa serta beberapa program lainnya.
Nomor urut ke 2 ditempati oleh paslon Raidin Pinim dan Syahrizal disingkat RASA.
Drs. H. Raidin Pinim M.A.P. atau yang akrab disapa Bang Bag Rai pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Tenggara periode 2017-2022.
Pria kelahiran Aceh Tenggara, 2 Desember 1970 ini adalah alumni dari DIII APDN Jatinangor 1992, S1 IIP Jakarta 1999, dan S2 Magister Administrasi Publik, Universitas Medan Area tahun 2007.
Selain bupati, ia juga pernah menjabat sebagai Pama Komando Distrik Militer 0827/Sumenep (1993), Lurah Kelurahan Kuta Blang, Banda Sakti, Aceh Utara (1996), Sekcam Babussalam (2001), Camat Lawe Sigala-gala (2003), Kabag Kepegawaian Setdakab Aceh Tenggara (2005), Kepala Dinas Perhubungan Kab. Aceh Tenggara (2008), Kabid Darat Dinas Perhubungan Provinsi Aceh (2013).
Sementara Wakilnya, Drs. H. Syahrizal dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan Aceh Tenggara. Pria yang akrab disapa Bang Njos itu juga disebut sebagai salah satu orang yang berpengaruh di Agara dalam hal pengalaman birokrasi di dunia Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Agara.
Pria kelahiran Aceh Tenggara 17 Januari 1962 ini telah menyandang status eselon tiga sekaligus mendapat gelar magister (S-2) di Universitas Sumatera Utara (USU).
Kemudian, ia diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Perizinan, Kepala Dinas Pendapatan, Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan, hingga pensiun setelah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara.
Terakhir, nomor urut 3 merupakan Pandi Sikel – Khairul Abdi disingkat PADI.
Sebelumnya, Pandi Sikel merupakan seorang ASN yang memutuskan keluar demi fokus mengikuti pencalonan dan menjadi calon bupati termuda.
Pandi merupakan lulusan dari Universitas Indonesia.
Adapun untuk saat ini, belum didapatkan informasi yang relevan mengenai sosok wakilnya, Khairul Abdi.
Tidak banyak informasi yang berhasil didapatkan mengenai paslon ini. Namun, mereka memiliki visi dan misi untuk memajukan Aceh Tenggara dengan motto Membangun tepat sasaran dengan Urgensi anggaran yang Harmoni Menuju Lauser Emas 2034.
Mereka ingin Mendirikan sekolah kehutanan di Kecamatan Ketambe dengan legalitas Internasional dan mengembangkan kawasan taman nasional gunung Leuser sebagai destinasi pusat penelitian Universitas seluruh dunia, serta menargetkan pembukaan lapangan pekerjaan bagi 15.000 orang serta program lainnya.
Demikian profil singkat 3 Paslon Bupati dan wakil bupati Aceh Tenggara. (Tasya)
